Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Pesut Ditemukan Mati di Kabupaten Bangka, Diduga Sengaja Dibunuh

Dua ekor pesut ditemukan dalam kondisi mati terdampar di Pantai Terentang Bangka Tengah dan di sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kabupaten Bangka

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/HO
Tim verifikator mengambil sampel bangkai lumba-lumba di Pantai Pelangi, Sungai Buntu, Karawang, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,PANGKAL PINANG-Dua ekor pesut ditemukan dalam kondisi mati  terdampar  di Pantai Terentang Bangka Tengah dan di sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kabupaten Bangka, Kepulauan Riau.

Mamalia yang diperkirakan seberat 75 kilogram itu diduga mati dibunuh karena ada bekas luka di bagian kepala.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kepulauan Bangka Belitung Yusmono membenarkan penemuan dua bangkai pesut itu.

Diperkirakan, hewan langka yang bernama latin Oracaella Brevirostris itu mati dua atau tiga hari sebelumnya.

Seekor Hiu Paus Terdampar di Pantai Lumajang, Panjang Mencapai 6 Meter, Sempat Bergerak Lalu Mati

Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Pesisir Ambon, LIPI Akan Kirim Tim Teliti Penyebanya

Dilansir dari Kompas.Com, relawan Animals Lovers Bangka Belitung Islands (Alobi) membantu evakuasi pesut di Sungai Upang bersama masyarakat setempat.

Hewan itu dikubur dan setelah tiga bulan akan digali untuk diambil tulangnya demi penelitian akademik.

"Pesut bisa muncul di perairan laut dan air tawar. Ini termasuk hewan dilindungi karena terancam punah," kata Langkasani saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/9/2019).

Hingga saat ini belum diketahui penyebab sejumlah pesut berkeliaran di wilayah pesisir bahkan hingga masuk ke hulu sungai di Bangka.

Satwa Terdampar di Sungai Manggar Bukan Pesut tapi Mamalia Paus Kepala Melon, Sempat jadi Perdebatan

Pesut Terdampar di Perairan Manggar, Diduga Warga Salah Penanganan, Pesut jadi Lemas & Terluka Parah

Awalnya Warga Mengira Buaya, Ternyata Pesut Terdampar di Perairan Manggar, Sekarang Begini Nasibnya

Selama ini pesut kerap terjerat jaring nelayan dan dagingnya diperjualbelikan di pasaran.

Masyarakat nelayan telah diimbau untuk tidak memburu pesut dan langsung melepaskannya jika terjerat di tengah laut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved