Selasa, 28 April 2026

Orang Dekat Jokowi Masuk Menteri yang tak Layak Dipertahankan Versi Faisal Basri, Berikut Daftarnya

Orang Dekat Jokowi Masuk Menteri yang tak Layak Dipertahankan Versi Faisal Basri, Berikut Daftarnya,

Kolase/ Tribun Kaltim/tribunnews
Orang Dekat Jokowi Masuk Menteri yang tak Layak Dipertahankan Versi Faisal Basri, Berikut Daftarnya 

TRIBUNKALTIM.CO - Orang Dekat Jokowi Masuk Menteri yang tak Layak Dipertahankan Versi Faisal Basri, Berikut Daftarnya.

Sejumlah nama menteri yang menjabat saat ini dianggap tak layak dipertahankan dalam kabinet Joko Widodo - Maruf Amin.

Nama-nama tersebut dianggap Faisal Basri sudah harus diganti. 

Wajah Baru Kabinet Jokowi, Ali Ngabalin Aminkan Prabowo Subianto jadi Menteri Jokowi - Maruf Amin

Menteri Era SBY Ini Beberkan Tips dan Trik Jusuf Kalla jadi Juru Runding GAM, Bahas Dasi Sampai Mata

Hidayat Nur Wahid Tebak Jokowi Pusing Pasang Menteri, Begini Sikap PKS di Kabinet Kerja Jilid II

Termasuk Prabowo, 7 Kader Gerindra Ini Diprediksi Jadi Menteri,1 Pernah Dapat Puisi dari Sri Mulyani

6 Menteri Jokowi yang tak layak dipertahankan versi Faisal Basri, anak buah Surya Paloh termasuk.

Sejumlah nama menteri kabinet Jokowi - Jusuf Kalla dianggap tak layak lagi masuk dalam kabinet baru.

Setidaknya ada 6 menteri yang dianggap Faisal Basri tak perlu dipertahankan oleh Jokowi.

Jelang pelantikan Presiden 2019-2024, nama calon menteri terus ramai diperbincangkan.

Terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) membocorkan mengenai kabinet yang akan membantunya.

Ia memastikan akan mempertahankan beberapa menteri Kabibet Kerja periode 2014-2019.

"Ya, ada yang lama. Yang baru, banyak,” kata Presiden Jokowi setelah menerima pimpinan MPR RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019) siang.

Sejumlah nama menteri yang layak dipertahankan pun mencuat.

Sebut saja Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Namun, di luar nama menteri yang layak dipertahankan, ada sejumlah nama menteri yang tidak layak dipertahankan alias diganti.

Demikian menurut ekonom senior sekaligus pendiri INDEF, Faisal Basri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved