Kanal

Disdik Bontang Tegaskan Belum Bisa Terapkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Bontang, Saparuddin mengatakan, kegiatan belajar tatap muka tak dimungkinkan diterapkan di Bontang, mengingat ancaman covid-19 masih ada.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Tahun ajaran baru bakal berlangsung pada 13 Juli 2020 mendatang.

Namun dunia pendidikan dihadapkan pada pandemi Virus Corona ( covid-19 ) yang belum jelas kapan berakhirnya. Hal itu berdampak pada mekanisme belajar di sekolah bagi para pelajar.

Learning from home telah diberlakukan sejak pandemi masuk ke Indonesia, tak terkecuali di Bontang.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Bontang, Saparuddin menyebut kegiatan belajar tatap muka tak dimungkinkan diterapkan di Bontang, mengingat ancaman covid-19 masih ada.

"Kalau dari Kementerian belum boleh tatap muka, jadi mau nggak mau nunggu aja lagi kita. Kami dari Disdik sudah konsultasi ke Bu Walikota, beliau belum berani juga masukkan sekolah," katanya, Senin (22/6/2020).

Untuk pelajar SD dan PAUD dipastikan bakal dilakukan kegiatan belajar tatap muka pada Desember 2020 mendatang.

"Kalau skenarionya sudah jelas dari kementerian tahapan transisinya, yang pertama dua bulan SMP, dilanjutkan SD dan PAUD yang jatuhnya Desember nanti baru bisa tatap mukanya," tuturnya.

Baca juga: Penelitian Dokter Italia Temukan Virus Corona Sudah Sangat Melemah Bisa Hilang Sendiri Tanpa Vaksin

Baca juga: Kehamilan di Balikpapan Meningkat Kala Pandemi Corona, DP3AKB Berencana Bagi-bagi Alat Kontrasepsi

Hal itu pun dengan catatan wilayah masuk kategori hijau dari pandemi covid-19. "Kalau tidak, ya, tetap pola daring dan offline yang digunakan," ucapnya.

"Pelajar SMP juga belum bisa, harus hijau dulu. Intervalnya kan 28 hari kalau belum segitu ya tidak bisa dibuka," katanya.

Pihaknya mengatakan telah mengevaluasi jalannya pembelajaran online. Kendala terbesar tak lain adalah tak semua pelajar memiliki perangkat yang mendukung metode tersebut.

"Tidak semua bisa punya (HP/Internet). Tiga bulan yang sudah berjalan ini lah yang kita perbaiki kekurangannya.

Ditanya soal tahun ajaran baru, pihaknya mengaku telah membuat kalender akademik, di mana tertera bahwa ajaran dimulai pada 13 Juli mendatang.

"Kalau dari keputusan SKB 4 Menteri SMP dulu. Dari SMA, SMP, SD kemudian Paud. Tahun ajaran sama semua cuma yang tatap muka masih jadi persoalan," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer