Rabu, 29 April 2026

Rusia Klaim Temukan Vaksin Covid-19, 20 Relawan Ikut Ujicoba dan Sudah Keluar Rumah Sakit

Sejumlah negara mulai mengklaim telah sukses menemukan vaksin Virus Corona atau covid-19.

Editor: Samir Paturusi
Freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO-Sejumlah negara mulai mengklaim telah sukses menemukan vaksin Virus Corona atau covid-19.

Bahkan mereka mengaku sudah diuji dan berhasil serta aman untuk diberikan kepada pasien covid-19.

Seperti yang dilakukan Rusia, Mereka dilaporkan berhasil dilakukan di Burdenko Main Military Clinical Hospital.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh Gamaleya Scientific Research Institute of Epidemiology and Microbiology bersama dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut hasil uji klinis, vaksin dilaporkan aman dan dapat diandalkan.

Baca Juga:Vaksin Covid-19 dari Inggris Tunjukan Hasil Baik, Tingkatkan Imun & Netralkan Virus Corona di Tubuh

Baca Juga:1.620 Relawan Bandung akan Disuntik Vaksin Virus Corona China, Bisa Kebal Covid-19 Setelah 28 Hari

"Uji klinis vaksin virus corona Rusia berakhir di Burdenko Hospital. Pada 20 Juli, kelompok relawan kedua sekaligus yang terakhir sebanyak 20 orang baru saja keluar dari rumah sakit militer," ujar Serget Borisevich, kepala lembaga penelitian ilmiah Kementerian Pertahanan Rusia.

Pernyataan itu dilansir oleh Krasnaya Zvezda, media resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Melansir Sputnik, Borisevich mengatakan masih banyak penelitian yang harus dilakukan ke depannya namun hasil yang ada sudah jelas.

"Hari ini sudah dikonfirmasi data uji bahwa, hasil vaksinasi, para relawan memproduksi antibodi yang dibutuhkan dalam melawan virus corona dan komponen vaksin itu sendiri aman."

Borisevich menambahkan bahwa antibodi diharapkan dapat menetap di tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama.

Fase kedua uji klinis vaksin Covid-19 diharapkan dapat dirampungkan pada 3 Agustus mendatang berdasarkan keterangan Russian Direct Investment Fund (RDIF), CEO Kirill Dmitriev.

"Kemampuan platform sebelumnya mampu mengembangkan 2 vaksin ebola dan vaksin MERS akan memungkinkan antibodi bertahan dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama pasca vaksinasi," ujar Borisevich kepada Krasnaya Zvezda.

Bulan lalu, Alexander Gintsburg, direktur Russian National Research Center mengatakan kepada media itu bahwa vaksin akan memberi perlindungan pada manusia untuk melawan virus dalam jangka waktu 2 tahun.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved