Djoko Tjandra Tertangkap, Media Asing Sorot Eddy Tansil dan Buron Pembobol Bank Century, Sebut Joker

Djoko Tjandra tertangkap, media asing sorot Eddy Tansil dan buron pembobol Bank Century, sebut Joker.

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Januar Alamijaya
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo berhasil tangkap Djoko Tjandra 

TRIBUNKALTIM.CO - Djoko Tjandra tertangkap, media asing sorot Eddy Tansil dan buron pembobol Bank Century, sebut Joker.

Kasus Djoko Tjandra jadi perhatian media asing lantaran menjadi buron 10 tahun lebih.

Tak hanya itu, media asing ini turut menyorot oknum pembobol bank lain di Indonesia lainnya seperti Eddy Tansil dan pembobol Bank Century.

Diketahui, Bareskrim sudah berhasil membekuk Djoko Tjandra dari persembunyiannya di Malaysia.

Kasus Djoko Tjandra turut menjadi perhatian media asing.

Asia Times pada Senin (20/7/2020) membuat profilnya sebagai Joker Indonesia.

 Idham Azis Bocorkan Dua Hal yang Dimiliki Djoko Tjandra Jadi Sulit Ditangkap, Kapolri: Harus Sabar

 Bukan Hanya Bela Veronica Tan, Alasan Lansia Ini Hina Ahok Terkuak, Sikap Warganet Bikin Ketagihan

 Mahfud MD Bongkar Sosok Wanita di Kejagung, Paham Siapa Polri dan Jaksa yang Bantu Djoko Tjandra

 Detik-detik Penyembelih Hewan Kurban Meninggal Seketika, Lunglai dan Timpa Kambing yang Mau Dipotong

"How to rob a bank and get away in Indonesia", demikian judul tulisan Asia Times, diikuti dengan teaser singkat tentang kasus korupsi Bank Bali yang merugikan negara Rp 940 miliar.

Sebagai penegas julukan Joker yang melekat di pria bernama lengkap Joko Soegiarto Tjandra itu, Asia Times memasang foto Joker sebagai gambar utama artikel.

Asia Times juga mengungkap Djoko Tjandra memegang paspor Papua Nugini atas nama Joe Chan yang diterbitkan pada 2012, dan dilaporkan bepergian ke Port Moresby serta Malaysia, meski kedua negara ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Media berbahasa Inggris yang berbasis di Hong Kong itu turut memberitakan keberhasilan Indonesia mengekstradisi Maria Pauline Lumowa.

Wanita 62 tahun yang telah menjadi buron selama 17 tahun itu diduga membobol BNI sebesar Rp 1,7 triliun.

Namun Asia Times salah menulis kepanjangan BNI sebagai Bank Negara International, bukan Bank Negara Indonesia.

Nama buron kelas kakap Indonesia lain yang disebut Asia Times adalah Eddy Tansil dan Hartawan Aluwi.

Eddy Tansil merupakan pembobol uang negara Rp 1,3 triliun dari kredit Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) melalui perusahaan Golden Key Group (GKG).

Pada 1993 ia kabur saat menjalani masa hukuman 17 tahun di LP Cipinang, dan sampai sekarang keberadaannya masih misteri.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved