Soal Represif Digital, Refly Harun Blak-Blakan Ucap Henry Subiakto Baru Belajar Pengantar Ilmu Hukum

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Refly Harun dan Henry Subiakto

TRIBUNKALTIM.CO - Soal represif digital, Refly Harun blak-blakan ucap Henry Subiakto baru belajar pengantar ilmu hukum.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun turut berdebat dengan Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto.

Seperti dengan Haris Azhar, topik perdebatan pun masih seputar kebebasan berpendapat alias memberi kritik ke Pemerintah.

Sebelumnya, Henry Subiakto terlibat debat seru dengan politikus Gerindra, Fadli Zon.

Pakar Hukum Tatanegara Refly Harun memberikan sindirannya pada Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto.

Hal itu terjadi di acara Dua Sisi TV One yang tayang pada Jumat (29/10/2020).

Baca juga: Anti-Mainstream, Daftar 5 Gubernur Berani yang Naikkan UMP 2021 Lawan SE Menaker, Ada Ganjar & Anies

Baca juga: Terjawab, Jumlah Upeti Djoko Tjandra ke Petinggi Polri Terlalu Sedikit, Disunat Brigjen Prasetijo

Baca juga: Tak Main-Main, Said Iqbal Keluarkan Ancaman Serius Demi UMP 2021 & Omnibus Law, Lumpuhkan Produksi

Baca juga: Terjawab, Jadwal Pencairan BLT BPJS Gelombang 2 November Ini, Login sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Pembahasan tindakan represif negara terhadap orang-orang yang memberi kritikan kepada pemerintah terus menjadi sorotan terlebih di era digital.

Tak hanya menimpa para demonstran, di dunia digital hal serupa terjadi yang biasa disebut represif digital.

Hal tersebut seperti yang dialami Dandhy Laksono, Bintang Emon, Jerinx dan beberapa lainnya.

Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto menjelaskan bahwa kasus Bintang Emon adalah hal biasa dan tidak akan dipidanakan.

Halaman
1234