Bantuan Sosial
Segera Siapkan Syarat Tambahan, Pendaftaran BLT UMKM Segera Dibuka, Target Penerima Bertambah
Ada kabar baik bagi pelaku UMKM yang akan mendaftar. Target penerima 2021 ini diprediksi akan meningkat
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah memastikan bahwa akan melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di 2021.
Ada kabar baik bagi pelaku UMKM yang akan mendaftar.
Target penerima 2021 ini diprediksi akan meningkat
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan kembali untuk menggelontorkan anggaran untuk pelaku UMKM.
Pandemi Covid-19 yang belum mereda akan membuat lebih banyak pemain UMKM membutuhkan bantuan.
Kemenkop UMKM akan melanjutkan program Bantuan Tunai Langsung (BLT) untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2021.
Kemenkop UMKM kembali mengusulkan program BLT senilai Rp 2,4 juta untuk diperpanjang pada tahun 2021.
BLT UMKM diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meringankan dampak ekonomi karena wabah virus corona bagi pengusaha kecil.
"(Kemenkop) sedang mengusulkan (BLT UMKM) untuk dilanjutkan (pada 2021),"kata Deputi untuk membiayai Departemen Kemenkop UKM Hanung Hanima Rachman ketika dihubungi oleh Kompas.com, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Cara Mudah Cairkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Cek Penerima dan Syarat Daftar, LOGIN eform.bri.id/bpum
Baca juga: DAFTAR 6 Bantuan Sosial Tahun 2021, Subsidi Listrik, Kartu Prakerja, Sembako, BLT UMKM, PKH & BST
Hanung menjelaskan, Kemenkop UMKM telah meminta pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan) mengenai perpanjangan bantuan untuk UMKM.
"Harapan kami tentunya di awal-awal semester pertama sudah tuntas," ujar dia.
Target Penerima
Mengenai target penerima bantuan, Hanung menyebutkan, pihak Kemenkop UKM mengusulkan jumlah penerima sama dengan tahun 2020 yaitu 12 juta pelaku UMKM.
"Kalau kita mengajukan sama dengan tahun ini, karena perkiraan (informasi dari salah satu penelitian) yang belum bankable itu 22 juta (pelaku UMKM)," ujar Hanung.
"Tentunya sekrang lebih banyak lagi, dengan adanya Covid-19. Jadi kita usulkan 12 juta lagi, jadi totalnya 24 juta," tambah dia.