Virus Corona di Malinau
Pembelajaran Tatap Muka di Malinau Dilakukan Secara Bergilir
Pandemi Covid-19 melanda berbagai kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Utara. Satu di antaranya ialah Kabupaten Malinau
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Pandemi Covid-19 melanda berbagai kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Utara. Satu di antaranya ialah Kabupaten Malinau, terdapat pasien-pasien positif Covid-19.
Kondisi itu membuat penerapan pembatasan sosial secara ketat dan penegakan aturan protokol kesehatan.
Sektor pendidikan, berimbas dari wabah Virus Corona atau Covid-19 tersebut, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online.
Namun kini, mulai diterapkan lagi pembelajaran tatap muka meskipun sifatnya terbatas.
Baca juga: Total 138 Staf RSUD Malinau Terpapar Covid-19, Penyaluran Vaksin Booster Menunggu 3 Bulan
Baca juga: Satgas Covid-19 Malinau Kebut Vaksinasi di Sekolah, Jadi Pertimbangan Kelanjutan PTM
Baca juga: Pasien Covid-19 Dirawat Sisa 8 Kasus, BOR di RSUD Malinau Turun Jadi 15,69 Persen
Di Kabupaten Malinau, beberapa sekolah sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM.
Seperti sekolah SMPN 2 Malinau Kota. Dalam hal ini menerapkan jadwal pembelajaran bersesi.
Siswa mengikuti PTM terbatas secara bergilir. Jumlah peserta didik di sekolah tersebut berjumlah 414 siswa.
Konsep PTM terbatas itu dilaksanakan secara bergiliran, 207 peserta didik satu sesi.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Keberlanjutan Pembelajaran Tatap Muka di Malinau
Teknisnya, sesi satu hari ini PTM, sesi dua BDR. Besoknya sesi dua PTM, sesi satu Belajar Dari Rumah.
"Jadi bergiliran. Jumlah siswa kita ada 414, jadi dibagi dua, setengah sesi satu, setengah lagi sesi dua," katanya.
Menurutnya, jika terjadi kendala teknis, seperti gangguan koneksi internet, tugas dapat dikumpul pada saat sesi PTM.
Pihak sekolah juga menyiapkan alternatif pbelajran jarak jauh bagi siswa yang berhalangan hadir karena gangguan kesehatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/saat-ditemui-smp.jpg)