Rabu, 20 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Prabowo Marah Lihat IHSG Anjlok? Ini Pernyataan Istana

Gejolak pasar saham yang mengguncang Indonesia dalam beberapa hari terakhir memantik beragam spekulasi publik.

Tayang:
KONTAN/Cheppy A. Muchlis
IHSG ANJLOK - Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 6 persen pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (18/3/2025). Kata Istana soal Prabowo disebut marah usai IHSG anjlok (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) 

TRIBUNKALTIM.CO - Gejolak pasar saham yang mengguncang Indonesia dalam beberapa hari terakhir memantik beragam spekulasi publik.

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot hingga memicu penghentian sementara perdagangan, muncul isu bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemarahan atas kondisi tersebut.

Namun, Istana menepis anggapan itu. Pemerintah justru menekankan pentingnya ketenangan dan pencarian solusi di tengah tekanan pasar yang belum mereda.

Di Jakarta dan Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi.

Menurutnya, gejolak ini harus dipahami secara menyeluruh, bukan disikapi dengan kepanikan.

“Enggak ya. Seharusnya kan begini, kita semua kan harusnya begitu ya, bukan hanya Presiden,” ujar Prasetyo di Sentul.

Baca juga: Petinggi OJK dan BEI Ramai-ramai Mundur, Reaksi Santai Menkeu Purbaya, Justru Optimis IHSG Menguat

Ia menambahkan bahwa yang lebih penting adalah menemukan akar persoalan dari anjloknya IHSG.

“Tetapi kan kita perlu pahami bahwa apa yang melandasi sampai terjadinya turunnya IHSG kita sangat signifikan kan begitu. Nah itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya,” sambungnya.

Istana: Bismillah Naik

IHSG adalah indeks utama yang mencerminkan kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika IHSG turun tajam, itu berarti nilai rata-rata saham di pasar mengalami tekanan.

Dalam beberapa hari terakhir, indeks ini terpuruk, bahkan memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt—mekanisme yang dilakukan BEI untuk mencegah kepanikan massal.

Meski demikian, Prasetyo tetap mengajak publik untuk menaruh optimisme. Di hadapan awak media, ia bahkan menyelipkan doa.

“Doanya, bismillah IHSG meroket,” ucapnya.

Nada optimistis itu kembali ia sampaikan saat ditemui di Sentul International Convention Center, Bogor.

Menurutnya, kepercayaan publik harus dijaga karena pasar saham tidak hanya menyangkut investor besar, tetapi juga masyarakat luas.

“Bismillah hari ini bisa naik. Bismillah. Ya, bismillah. Hari ini, bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin. Kan itu untuk kepentingan kita semua ya,” kata Prasetyo.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved