Senin, 11 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah ke Level 6.800, Cek Faktor Pemberat Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada Senin (11/5/2026).

Tayang:
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
IHSG HARI INI - Ilustrasi IHSG. Setelah sempat mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • IHSG diprediksi masih rentan melemah setelah anjlok 2,86 persen ke level 6.969,40 pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026)
  • Sentimen negatif datang dari konflik AS-Iran, revisi tarif royalti tambang, hingga kekhawatiran penyebaran Hantavirus di Indonesia
  • Analis menyarankan investor memanfaatkan rebound teknikal untuk sell on high karena pasar masih dibayangi ketidakpastian global dan domestik.

TRIBUNKALTIM.CO - Pasar saham Indonesia kembali dibayangi tekanan pada awal perdagangan pekan ini.

Setelah sempat mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada Senin (11/5/2026).

Sejumlah sentimen negatif baik dari dalam maupun luar negeri disebut menjadi faktor utama yang menekan psikologis pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG tercatat anjlok hingga 2,86 persen dan berhenti di level 6.969,40.

Koreksi tajam tersebut menjadi perhatian investor karena menunjukkan tingginya tekanan jual di pasar modal Indonesia.

Kondisi ini juga membuat pelaku pasar mulai lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Baca juga: Makin Tersungkur, Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.550 per Dollar AS Pekan Depan, IHSG Juga Melemah

Tekanan terhadap IHSG tidak hanya datang dari dinamika ekonomi domestik, tetapi juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik internasional.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan titik damai disebut menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi pergerakan pasar saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Selain itu, kekhawatiran terhadap penyebaran Hantavirus di Indonesia hingga wacana kenaikan tarif royalti pertambangan juga ikut memperburuk sentimen pasar.

Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat banyak analis memprediksi IHSG masih rentan mengalami koreksi lanjutan dalam jangka pendek.

IHSG Masih Berpeluang Rebound Teknikal

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menjelaskan bahwa meskipun pasar masih berada dalam tekanan, IHSG tetap memiliki peluang mengalami rebound teknikal jangka pendek.

Rebound teknikal sendiri merupakan istilah di pasar modal yang menggambarkan kenaikan sementara harga saham setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam.

Kenaikan ini biasanya dipicu aksi beli jangka pendek oleh investor yang memanfaatkan harga saham yang sudah turun cukup dalam.

Menurut Fanny, IHSG berpotensi bergerak di rentang 7.070 hingga 7.130 dalam jangka pendek. Namun demikian, ia mengingatkan investor agar tetap berhati-hati karena tren pelemahan belum sepenuhnya berakhir.

“Tapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali koreksi. Support IHSG di kisaran 6.650-6.850 dan resist 7.070-7.130,” paparnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved