Jumat, 10 April 2026

Pemkot Bontang Perkuat Relawan Kelurahan Tangguh Bencana

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
PELATIHAN - 60 relawan Kelana dari berbagai kelurahan mendapat pelatihan penanggulangan bencana bagi relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Kelana) di Hotel Sintuk, Kamis (23/10/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. 

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot menggelar pelatihan penanggulangan bencana bagi relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Kelana) di Hotel Sintuk, Kamis (23/10/2025).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sony Suwito Adicahyono, mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka kegiatan itu.

Ia menyebut pelatihan ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan.

“Relawan tangguh adalah garda terdepan saat bencana terjadi. Dengan pelatihan ini, mereka diharapkan mampu bertindak cepat, terkoordinasi, dan efektif dalam penanganan di lapangan,” ujar Sony.

Baca juga: Pemkot Bontang Buka Penawaran Akuisisi Klub Profesional Liga 3 PS Deli Serdang

Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dari visi Pemkot Bontang untuk mewujudkan kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, apalagi sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kesiapsiagaan terhadap bencana bukan hanya soal tanggap darurat, tapi juga bagian dari membangun Bontang yang aman, nyaman, dan layak huni,” tegasnya.

Pelatihan ini diikuti 60 relawan Kelana dari berbagai kelurahan, yang akan mendapatkan pembekalan materi dan simulasi langsung dari tim BPBD dan instansi terkait.

Mereka diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungannya, mendorong masyarakat lebih siap dan peduli terhadap risiko bencana.

Dalam kesempatan itu, Sony juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (Gesit). Ia menilai pengelolaan sampah yang buruk kerap menjadi penyebab banjir di wilayah perkotaan.

Baca juga: Pemkot Bontang Sentuh Isu Kesehatan Mental Mahasiswa Lewat Program Pelatihan

“Mitigasi bencana harus dimulai dari kesadaran lingkungan. Pengelolaan sampah adalah langkah kecil yang berdampak besar,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved