Sabtu, 9 Mei 2026

Ketua Dekranasda Kota Balikpapan Sebut Karya Batik Ini Luar Biasa Layak Mendunia

Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, memberikan apresiasi mendalam kepada para pengrajin batik yang mengikuti Lomba Motif Batik

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Siti Zubaidah
APRESIASI -  Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, bersama jajaran DKUMKP dan dewan juri menghadiri pembukaan Lomba Motif Batik Khas Kota Balikpapan yang digelar 24–25 November 2025. Kegiatan ini menjadi wadah kreativitas bagi perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan motif bernilai budaya khas Balikpapan. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN — Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, memberikan apresiasi mendalam kepada para pengrajin batik yang mengikuti Lomba Motif Batik Khas Kota Balikpapan, yang digelar pada 24–25 November 2025. 

Ia menyebut kreativitas peserta tidak hanya menunjukkan keterampilan, tetapi juga menjadi cermin kearifan lokal yang memperkaya identitas kota.

Dalam sambutannya, Nurlena menegaskan bahwa setiap karya yang lahir dari tangan para pengrajin memiliki karakter kuat yang menggambarkan wajah Balikpapan.

“Membuat batik itu tidak mudah. Bukan sekadar menuang warna di atas kain, tapi mengekspresikan pikiran, budaya, dan kekayaan lokal. Saya yakin semuanya hebat, tidak ada yang tidak bagus,” ujarnya.

Tahun ini, jumlah peserta mencapai 29 orang, dan berharap tahun depan bisa bertambah hingga 50 peserta.

Baca juga: Lomba Motif Batik Khas Balikpapan Pacu Kreativitas Perajin Lokal, Motif Kota Minyak Makin Mendunia

Menurutnya, Balikpapan harus dikenal bukan hanya sebagai Kota Minyak, tetapi juga sebagai kota dengan masyarakat yang kreatif dan kaya inovasi.

“Kita ingin Balikpapan dikenal bukan hanya karena kekayaannya, tapi karena kreativitas warganya,” tambahnya.

Nurlena juga memuji keberanian peserta mengangkat unsur daerah, mulai dari rotan, Tugu Madinatul Iman, kelapa, hingga burung enggang yang menjadi ikon Kalimantan.

“Kalau saya yang disuruh membuat, dibayar 100 juta pun saya tidak sanggup. Tapi ibu-ibu pengrajin kita mampu menghasilkan karya luar biasa dengan penuh keikhlasan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia menekankan pentingnya promosi dan dukungan berkelanjutan agar karya pengrajin Balikpapan memiliki nilai ekonomi tinggi. Hj. Nurlena mencontohkan gelaran Dekranasda Nasional yang sukses besar.

“Ada pelaku UMKM yang mengaku baru kali ini mencapai pendapatan tertinggi, bahkan sampai 400 juta per hari. Ini bukti bahwa masyarakat kita bangga dengan produk lokal,” tegasnya.

Baca juga: Pemkab Gelar Pelatihan Menjahit Desain dan Fashion Festival Pesona Batik Berau

Nurlena berharap antusiasme masyarakat semakin tumbuh dan karya batik Balikpapan terus melaju ke panggung nasional.

“Terima kasih kepada masyarakat yang selalu meramaikan event pemerintah. Semoga batik Balikpapan makin dikenal dan mampu membawa nama kota ini hingga level internasional,” ungkapnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved