Rabu, 27 Mei 2026

Wamen Dalam Negeri Bima Arya Ingatkan Integritas ASN Balikpapan

BSCC Dome Balikpapan dipadati ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada puncak peringatan HUT ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri)

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Siti Zubaidah
BERI ARAHAN -  Wakil Menteri Dalam Negeri,Bima Arya   saat memberikan arahan di hadapan ribuan ASN pada saat puncak HUT KORPRI di Dome BSCC Balikpapan, Sabtu (29/11/2025) . (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN — BSCC Dome Balikpapan dipadati ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada puncak peringatan HUT ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Sabtu (29/11/2025) pagi. 

Menggunakan Seragam Korpri biru memenuhi tribun dan hingga area utama gedung, menghadirkan suasana khidmat, tertib, dan penuh antusiasme.

Dalam momentum tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya hadir memberikan pengarahan tentang integritas ASN. 

Bima Arya langsung menegaskan bahwa ASN memegang peran kunci dalam menentukan arah pembangunan dan efektivitas pemerintahan.

“Tidak ada pemerintahan yang efektif jika para ASN tidak memiliki kualitas yang kuat dan tujuan yang sejalan,” tegasnya di hadapan ribuan ASN se Balikpapan. 

Baca juga: Penuh Kecerian, Walikota Rahmad Masud buka Fun Walk HUT Korpri di Pemkot Balikpapan

Bima Arya menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki masa krusial menuju puncak bonus demografi dua dekade mendatang.

Jika dikelola tepat, momentum ini dapat menjadi lompatan besar menuju negara maju. Namun jika gagal, peluang itu bisa hilang begitu saja.

Menurutnya, adanya ASN yang bekerja sekadar menjalani rutinitas, tanpa arah karier atau semangat belajar yang jelas. Padahal, menurutnya, peluang untuk berkembang kini terbuka lebar.

“Hari ini banyak yang ingin belajar. Tapi pertanyaannya: belajar untuk mencari ilmu atau mengejar jabatan? Semua kembali pada pilihan masing-masing,” ujarnya.

Bima Arya juga menyinggung isu keseimbangan kehidupan kerja yang sering tergerus oleh padatnya aktivitas birokrasi. Banyak ASN, katanya, merindukan waktu bersama keluarga namun terjebak tuntutan pekerjaan.

“Good news-nya, semua ingin kembali ke keluarga. Tapi aktivitas yang padat membuat banyak hal harus dikorbankan. Ini realitas kita,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pimpinan daerah dan kepala OPD menciptakan lingkungan kerja yang sehat, tidak menekan, dan mendukung produktivitas jangka panjang.

Ia kembali mengingatkan bahwa impian Indonesia menjadi lima besar ekonomi dunia hanya bisa dicapai jika bonus demografi dikelola dengan baik dan semua tingkatan pemerintahan berjalan seirama.

Baca juga: HUT ke-54 Korpri, Wakil Walikota Bagus Susetyo Ajak ASN Perkuat Integritas dan Profesionalisme

“Bonus demografi tidak berarti apa-apa jika tidak dikelola. Jika pemerintah pusat, gubernur, dan wali kota tidak sejalan, peluang itu bisa hilang,” ujarnya.

Bima Arya menutup arahannya dengan pesan kuat bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan. “Banyak pemimpin hari ini ditempa oleh proses panjang yang penuh keringat, air mata, dan pengorbanan,” tuturnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved