Kamis, 21 Mei 2026

Berita Pemkot Balikpapan

Pemkot Balikpapan Tingkatkan Mitigasi Hadapi Ancaman Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Prediksi curah hujan ekstrem hingga awal 2026 membuat pemerintah kota meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Siti Zubaidah
MITIGASI BENCANA - Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo saat meninjau Pasar Klandasan Balikpapan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Rabu (3/12/2025). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bencana banjir dan longsor besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November lalu menjadi pengingat kuat bahwa risiko ekologis bisa muncul kapan saja dan berdampak luas pada masyarakat.

Situasi tersebut juga menjadi alarm bagi Kota Balikpapan, daerah yang dikenal memiliki topografi berbukit dan tingkat urbanisasi tinggi.

Prediksi curah hujan ekstrem hingga awal 2026 membuat pemerintah kota meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Minta Toko Grosir Jual Produk UMKM, Tidak Naikkan Harga

Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan bahwa Pemkot telah memiliki master plan mitigasi bencana.

Namun, langkah utama saat ini adalah mendorong kesadaran warga yang tinggal di kawasan rawan longsor dan bantaran sungai.

“Balikpapan sudah jelas punya master plan. Tetapi kita tidak bisa mengelak bahwa cuaca ekstrem di sini besar sekali. Curah hujannya bisa dua sampai tiga kali lipat dari kondisi normal,” ujar Bagus, Rabu (3/12/2025).

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing dan sungai—dua lokasi yang kerap menjadi titik rentan aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak.

“Yang pertama, kami selalu mengingatkan masyarakat agar waspada di daerah longsor. Kemudian tetap rutin kerja bakti tiap minggu. Dan untuk mitigasi idealnya, hindari tinggal atau beraktivitas di area rawan longsor dan tepi sungai,” jelasnya.

Bagus menyebut Balikpapan tidak memiliki kawasan hutan luas seperti kota lain di Kalimantan. Maka, strategi mitigasi lebih mengandalkan penguatan drainase serta pembangunan bendungan pengendali banjir (bendali).

Ia menyampaikan bahwa progres bendali baru akan terlihat signifikan pada 2026. Saat ini, pengerjaan awal dipacu lewat Belanja Tak Terduga (BTT).

“Yang di belakang DAS Ampal itu kita pancing dulu lewat BTT. Mudah-mudahan 2026 awal sudah berjalan, dan ada dukungan anggaran dari pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Meskipun potensi banjir bandang di Balikpapan tidak sebesar daerah-daerah di Sumatera yang memiliki DAS besar dan hutan dataran tinggi, pola hujan ekstrem yang makin tidak terprediksi tetap menjadi ancaman serius.

“Perubahan iklim memengaruhi semua daerah, termasuk Balikpapan. Yang penting kesiapsiagaan masyarakat, penataan aliran air, dan memastikan daerah rawan tetap aman,” tegas Bagus. (*) 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved