Berita Balikpapan Terkini
Kasus Suspek Campak di Balikpapan Capai 200, Warga Diminta Segera Imunisasi
Dinas Kesehatan Balikpapan mencatat sekitar 200 kasus suspek campak dan mengimbau masyarakat meningkatkan imunisasi anak
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat sekitar 200 kasus suspek campak yang tersebar di seluruh kecamatan.
- Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia anak-anak, namun juga ditemukan pada orang dewasa.
- DKK Balikpapan mengimbau masyarakat meningkatkan imunisasi serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan (DKK) mencatat sekitar 200 kasus suspek campak di Kota Balikpapan.
Kasus tersebut tersebar di seluruh kecamatan dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia anak-anak, namun juga ditemukan pada orang dewasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan campak merupakan penyakit yang hanya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi.
Anak yang sudah mendapatkan imunisasi masih mungkin terjangkit campak, namun gejala yang dialami biasanya tidak akan terlalu berat.
“Campak itu hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Kalau sudah imunisasi tapi masih terjangkit, biasanya tidak terlalu parah. Yang menjadi masalah adalah mereka yang tidak mau imunisasi,” ujarnya pada saat prescon di Kantor DKK Balikpapan, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Kutai Timur Berstatus KLB Campak, Tercatat 105 Kasus hingga Maret 2026, Dinkes Kejar Imunisasi
Himbau untuk Imunisasi
Menurutnya, meski terdapat cukup banyak kasus suspek campak, Balikpapan tidak termasuk daerah endemis campak.
Karena itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sebenarnya menganjurkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respon wabah di daerah yang mengalami peningkatan kasus.
Namun di Balikpapan, Dinas Kesehatan memilih melakukan strategi kejar imunisasi untuk meningkatkan cakupan vaksinasi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
“Di Balikpapan cukup banyak kasus campak, tetapi kita bukan daerah endemis. Dari Kementerian Kesehatan diminta melakukan ORI, tetapi kita melakukan kejar imunisasi,” jelasnya.
Ia mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi agar melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Jaga Sang Buah Hati dari Risiko Campak Saat Lebaran, Dinkes Kaltim: Batasi Kontak Bayi dengan Tamu
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penularan campak yang cukup cepat di masyarakat.
“Kalau ada anak yang belum imunisasi, segera lakukan vaksinasi supaya tidak terjangkit campak,” katanya.
Selain itu, DKK Balikpapan juga telah menerbitkan surat edaran kepada masyarakat mengenai kewaspadaan terhadap penyebaran campak.
Dalam edaran tersebut, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama saat berinteraksi dengan bayi dan anak kecil.
Dinas Kesehatan
DKK Balikpapan
Kepala DKK Balikpapan
campak
imunisasi
imunisasi campak
Balikpapan
TribunKaltim.co
| 6 Fakta Penemuan Proyektil Peluru di Balikpapan: Aktivitas Mencurigakan 2 Pria Asing jadi Sorotan |
|
|---|
| Kondisi Pelayanan Publik Balikpapan di Tengah WFH, Pemkot Prioritaskan untuk Masyarakat |
|
|---|
| Tidak Semua ASN di Balikpapan Diberlakukan WFH, Sektor Pelayanan Publik Tetap Bekerja dari Kantor |
|
|---|
| Inflasi Balikpapan Maret 2026 Turun 0,51 Persen, Harga BBM dan Pangan Jadi Pemicu |
|
|---|
| Wawali Bagus Susetyo Sebut Ada 4 Sektor Utama Pemkot Balikpapan, Diantaranya Penanganan Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260311_Kepala-Dinas-Kesehatan-Kota-DKKBalikpapan-Alwiati.jpg)