Sabtu, 25 April 2026

Berita Pemkot Balikpapan

Balikpapan Jadi Percontohan Kelurahan Inklusi, Difabel Didorong Mandiri

Balikpapan menjadi salah satu kota percontohan dalam program kelurahan inklusi hasil kerja sama Indonesia - Australia

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Siti Zubaidah
KUNJUNGAN -  Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier menerima cenderamata dalam kegiatan diskusi “Menuju Inklusi Difabel di Kota Balikpapan” bersama Pemerintah Kota dan kelompok difabel Kelurahan Telaga Sari, Jumat (24/4/2026). Acara ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Indonesia - Australia dalam mendorong terwujudnya kota inklusif. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPANBalikpapan menjadi salah satu kota percontohan dalam program kelurahan inklusi hasil kerja sama Indonesia - Australia.

Program ini bertujuan mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas (difabel) agar dapat mengakses layanan publik secara setara, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun ketenagakerjaan yang berada di Kelurahan Telaga Sari, Jumat (24/4/2026). 

Kelurahan Telaga Sari ditetapkan sebagai pilot project bersama lima kota lainnya di Indonesia.

Di Balikpapan sendiri, terdapat enam kelurahan yang didorong menjadi kawasan inklusi dengan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Bappeda Kota Balikpapan, Murni, menegaskan bahwa prinsip utama program ini adalah memastikan difabel tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu mandiri dan berdaya.

Baca juga: Dubes Australia Cicipi Snack Kacang Edamame, UMKM Difabel Telagasari Balikapapan Harap Dikenal Dunia

“Selama ini bantuan untuk difabel sering kali hanya sebatas kursi roda atau alat bantu jalan. Itu penting, tapi hanya sebagian kecil. Yang utama adalah bagaimana mereka bisa mandiri dan memiliki akses ke berbagai layanan pemerintah,” ujarnya.

Melalui program Kelurahan Desa Inklusi (KDK), Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat berbagai layanan yang ramah difabel.

Salah satunya melalui penyediaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di sektor ketenagakerjaan untuk membuka peluang kerja yang lebih luas.

Selain itu, pemerintah juga memastikan keterlibatan difabel dalam berbagai kegiatan, termasuk event tingkat kota hingga kesempatan berjualan melalui program UMKM.

Fasilitas ini diberikan agar pelaku usaha difabel dapat berkembang dan memiliki ruang yang setara dengan pelaku usaha lainnya.

Di bidang kesehatan dan sosial, difabel juga didorong untuk mengakses layanan secara optimal, termasuk jaminan perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan. Program pendampingan turut diberikan agar mereka dapat memahami dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia.

Program ini juga mendapat dukungan dari kolaborasi internasional, termasuk keterlibatan perwakilan Pemerintah Australia dalam diskusi bersama kelompok difabel di Balikpapan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menuju kota yang inklusif.

Murni menegaskan, pendekatan program bukan sekadar bantuan finansial, melainkan pemberdayaan berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan akses pasar dan fasilitas usaha.

“Intinya, kami ingin difabel tidak lagi hanya menerima bantuan, tetapi bisa mandiri dan berdaya. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan membuka akses seluas-luasnya,” tegasnya.

Baca juga: Dubes Australia Kunjungi Balikpapan, Dukung Program Inklusi di Kota Minyak

Dengan langkah ini, diharapkan difabel tidak lagi terpinggirkan, melainkan menjadi bagian aktif dalam pembangunan kota.

Program kelurahan inklusi pun diharapkan mampu mempercepat terciptanya lingkungan yang setara dan ramah bagi semua lapisan masyarakat. (dha/ADV Diskominfo Balikpapan) 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved