Selasa, 14 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

DPRD Tarakan Soroti Menu MBG Ramadan, SPPG Jawab Isu Ulat dan Kemasan

Keluhan menu MBG Ramadan di Tarakan disorot DPRD. SPPG buka suara soal ulat, kurma, dan kemasan

TribunKaltara.com/Andi Pausiah
BERI PENJELASAN - Korwil SPPG Tarakan saat menyampaikan jawaban dari berbagai pertanyaan disampaikan dalam RDP, Selasa (2/3/2026). Keluhan menu MBG Ramadan di Tarakan disorot DPRD. SPPG buka suara soal ulat, kurma, dan kemasan. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Ringkasan Berita:
  • SPPG Tarakan menjelaskan SOP dapur terkait temuan menu berulat dan dugaan makanan basi.
  • Kurma bermasalah disebut berasal dari suplier, masyarakat diminta melapor untuk diganti.
  • DPRD dorong transparansi kandungan gizi dan Harga Per Porsi (HPP) di media sosial SPPG.

TRIBUNKALTIM.CO - Keluhan orangtua terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kota Tarakan menjadi perhatian serius DPRD Tarakan

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung dari pagi hingga siang di Ruang Rapat Utama DPRD Tarakan, Komisi II meminta klarifikasi langsung dari pihak SPPG Tarakan.

Korwil SPPG Tarakan, Dewi, menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan terkait laporan makanan tidak layak, termasuk temuan ulat pada sayur dan kurma, serta dugaan makanan basi.

SOP Dapur dan Temuan Ulat

Menanggapi isu menu berulat, Dewi menegaskan bahwa dapur telah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat. Sayur yang datang dipilah dan dicuci hingga tiga kali sebelum diolah.

“Untuk yang berulat, biasanya ada pada sayur seperti kacang panjang atau buncis. Prosesnya direbus dulu, bahkan bisa dua kali, disiram air panas sebelum ditumis,” jelas Dewi.

Baca juga: Keluhan Menu MBG di Tarakan, Korwil Tarakan Jelaskan Mengapa Telur Selalu Disajikan

Ia mengakui kemungkinan temuan ulat tetap bisa terjadi, meski pihaknya telah melakukan antisipasi. Jika ditemukan sebelum makanan dikonsumsi, seharusnya dilaporkan ke SPPG untuk diganti. Terkait kasus yang sempat viral, Dewi menyebut makanan sudah habis dikonsumsi dan tersisa ulat yang kemudian direkam dalam video.

“Jika ada laporan, bisa langsung disampaikan dan akan kami ganti,” tegasnya.

Selain sayur, kurma juga menjadi sorotan. Dewi menjelaskan bahwa kurma disiapkan oleh suplier dengan kemasan per kilogram dan tanggal kedaluwarsa masih jauh.

Namun, ia mengimbau agar kurma dibelah dan diperiksa sebelum dikonsumsi. Jika ditemukan masalah, laporan dapat disampaikan agar SPPG menegur suplier dan mengganti produk tersebut.

“Harus diperiksa betul-betul. Jika ada temuan, bisa dilaporkan dan nanti ditukar,” ujarnya.

Baca juga: Polemik MBG Ramadan 2026, BGN Tegaskan Sekolah Tak Dipaksa Terima Program

Kemasan Ramadan dan Evaluasi

Selama Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki SOP khusus, termasuk penggunaan totebag untuk mengurangi sampah plastik.

Namun, masukan dari sekolah beragam. Ada yang meminta pemindahan ke wadah milik siswa, sementara sebagian menilai plastik lebih praktis untuk dibawa pulang.

Dewi juga menyoroti temuan penggunaan plastik gula sebagai kemasan makanan. Ia menyebut hal itu tidak sesuai ketentuan awal yang mewajibkan penggunaan plastik vakum untuk menu seperti ayam ungkep atau tempe ungkep.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved