Minggu, 3 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Distribusi Terkendala, Stok Beras Nunukan Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Distribusi pangan terkendala logistik mahal, namun stok bahan pokok di Nunukan dipastikan aman

Tayang:
TribunKaltim.co/Nita Rahayu
STOK PANGAN - Ilustrasi karung beras. Distribusi pangan terkendala logistik mahal, namun stok bahan pokok di Nunukan dipastikan aman. (TribunKaltim.co/Nita Rahayu) 

Ringkasan Berita:
  • Distribusi bahan pokok ke Nunukan terkendala tingginya biaya logistik.
  • Stok beras mencapai 1.400 ton, cukup untuk enam bulan ke depan.
  • Pemkab dorong produksi pangan lokal untuk kurangi ketergantungan.

TRIBUNKALTIM.CO - Upaya menjaga ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal distribusi ke wilayah perbatasan.

Tingginya biaya logistik menjadi kendala utama yang membuat pasokan dari luar daerah belum dapat berjalan secara optimal.

Kondisi geografis Nunukan yang berada di wilayah perbatasan turut memengaruhi kelancaran distribusi, sehingga pasokan bahan pangan tidak selalu stabil.

Perum Bulog mencatat bahwa penyaluran bahan pokok sepanjang awal tahun 2026 masih relatif terbatas.

Pada Januari, distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hanya mencapai sekitar 6 ton.

Baca juga: Kasus Campak Nasional Naik, Dinkes Tana Tidung Andalkan Rekam Medis Elektronik

Sementara itu, pada Februari tidak terdapat penyaluran sama sekali.

Memasuki pertengahan Maret, distribusi kembali dilakukan dengan total sekitar 9 ton beras serta 6 ribu liter minyak goreng.

Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi pangan masih belum berjalan secara konsisten.

Stok Pangan Dipastikan Aman

Meski distribusi terbatas, Bulog memastikan bahwa stok bahan pokok di Nunukan dalam kondisi aman.

Saat ini, cadangan beras di gudang mencapai sekitar 1.400 ton, minyak goreng 55 ribu liter, serta gula sekitar 2 ton.

Baca juga: Kisah Dramatis Ismail Lolos dari Maut Usai Digigit Buaya di Nunukan, Selamat Berkat Aksi Nekat Warga

Selain itu, tambahan pasokan gula sebanyak 25 ton juga telah disiapkan untuk masuk setelah Lebaran.

Dengan jumlah tersebut, ketersediaan beras diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas pasokan tetap terjaga.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nunukan menyadari bahwa ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah masih cukup tinggi.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved