Kamis, 9 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Wisman ke Nunukan Capai 858 Kunjungan, Namun Lama Menginap Kurang dari 2 Hari

Kunjungan wisatawan manca negara atau wisman ke Nunukan, Kalimantan Utara tinggi, namun durasi menginap singkat jadi tantangan pariwisata.

|
TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID
KUNJUNGAN WISMAN DI NUNUKAN - Kunjungan wisman ke Nunukan cukup tinggi, namun tingkat penghunian kamar pada Februari 2026 tercatat sebesar 20,39 persen, dengan rata-rata lama menginap tamu sekitar 1 hingga 2 hari. (TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID). 

Ringkasan Berita:
  • 858 wisatawan mancanegara berkunjung ke Nunukan pada Februari 2026
  • Rata-rata lama menginap hanya 1,62 hari
  • Tingkat hunian hotel masih rendah di angka 20,39 persen

TRIBUNKALTIM.CO - Pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih menunjukkan tren yang cukup aktif. 

Kunjungan wisatawan manca negara atau wisman ke Nunukan, Kalimantan Utara tinggi, namun durasi menginap singkat jadi tantangan pariwisata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, tercatat sebanyak 858 kunjungan wisman pada Februari 2026.

Angka ini mencerminkan bahwa wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut tetap menjadi salah satu pintu masuk yang strategis bagi mobilitas warga asing, baik untuk kepentingan ekonomi, sosial, maupun perjalanan lintas negara.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyampaikan bahwa meskipun jumlah kunjungan tergolong tinggi, terdapat dinamika menarik yang perlu menjadi perhatian.

“Jumlah kunjungan wisman Februari 2026 tercatat 858 kunjungan, dengan tingkat penghunian kamar 20,39 persen dan rata-rata lama menginap 1,62 hari,” ujarnya.

Baca juga: Disbudporapar Nunukan Jadikan Kawasan Mangrove Seluas 9 Hektare Jadi Objek Wisata Baru

Lama Menginap Masih Rendah

Di balik tingginya jumlah kunjungan, rata-rata lama menginap wisatawan di hotel dan akomodasi lainnya di Nunukan hanya mencapai 1,62 hari.

Durasi ini tergolong singkat jika dibandingkan dengan daerah tujuan wisata lain di Indonesia.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Nunukan tidak menjadikan wilayah tersebut sebagai destinasi utama liburan.

Sebaliknya, kunjungan lebih banyak didominasi oleh aktivitas singkat, seperti perjalanan lintas batas negara, urusan pekerjaan, hingga kegiatan perdagangan dan ekonomi lainnya.

Tingkat Hunian Hotel Masih Rendah

Selain durasi menginap, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Nunukan juga masih relatif rendah.

Baca juga: Terendah di Kalimantan Utara, Inflasi Nunukan Maret 2026 Terkendali di Angka 1,96 Persen

Pada Februari 2026, TPK tercatat sebesar 20,39 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa potensi sektor perhotelan di wilayah tersebut masih belum optimal, meskipun arus kunjungan wisatawan cukup tinggi.

Rendahnya tingkat hunian ini juga berkaitan erat dengan singkatnya lama tinggal wisatawan, sehingga dampak ekonomi terhadap sektor akomodasi belum maksimal.

Peluang Besar Pengembangan Pariwisata

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata di Nunukan

Tingginya jumlah kunjungan wisman sebenarnya membuka peluang besar untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Dengan strategi yang tepat, seperti pengembangan destinasi wisata, peningkatan fasilitas, serta promosi yang lebih agresif, lama tinggal wisatawan berpotensi untuk ditingkatkan. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved