Iran Vs Amerika Memanas
Curhat Pelaku UMKM soal Harga Plastik Naik Imbas Perang Iran vs Amerika: Porsi Produk akan Dikurangi
Keluhan atau curhat disampaikan sejumlah pelaku UMKM di Tarakan, Kalimantan Utara menyikapi melonjaknya harga plastik imbas perang Iran vs Amerika.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Keluhan atau curhat disampaikan sejumlah pelaku UMKM di Tarakan, Kalimantan Utara menyikapi melonjaknya harga plastik imbas perang Iran vs Amerika.
Lonjakan harga plastik terjadi pasca lebaran akibat perang Iran vs Amerika yang hingga kini tak kunjung damai dikeluhkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) di Kota Tarakan.
Kenaikan harga plastik mencapai hingga 75 persen, bahkan hampir dua kali lipat ini merupakan lonjakan harga tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Rika Pratiwi, Wwner D’Two sekaligus pelaku UMKM yang tergabung dalam Rumah BUMN di bawah binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian (DKUKMP) Tarakan, mengatakan, kenaikan harga plastik kemasan sangat berdampak terhadap usaha yang dijalankan.
“Sebagai pelaku usaha, saya ini binaan pemerintah. Produk saya oleh-oleh khas Tarakan seperti bumcar, bumbu acar, manisan buah dari nanas Tunggai Maya.
Selain itu juga ada amplang dan cemilan yang mengangkat potensi perikanan,” ujarnya.
Baca juga: Kenapa Harga Plastik Naik? Ini Penyebab Utamanya Menurut Inaplas
Rika menjelaskan, seluruh produknya bergantung pada kemasan plastik yang selama ini dipesan dari luar daerah, seperti Surabaya dengan standar sudah memenuhi ketentuan kesehatan dan sertifikasi.
“Packaging kita itu harus rapi, bagus, sesuai standar MUI dan juga kesehatan. Jadi tidak bisa sembarangan,” katanya.
Kondisi saat ini dengan harga plastik melonjak membuat para pelaku usaha kebingungan. Harga kemasan plastik, khususnya untuk produk amplang melonjak drastis.
“Kalau sebelumnya harga kemasan sekitar Rp7 ribu per piece, sekarang sudah hampir Rp14 ribu. Jadi naik hampir dua kali lipat, sekitar 75 persen,” ungkapnya.
Kenaikan Harga Pasca-Lebaran
Menurut Rika, kenaikan ini mulai terasa sangat signifikan setelah lebaran.
Jika selama Ramadan kenaikan lebih banyak terjadi pada bahan baku utama, kini justru kemasan yang menjadi beban terbesar.
“Pasca lebaran ini yang paling terasa itu kemasan. Kalau Ramadan kemarin bahan baku yang naik, sekarang puncaknya di packaging,” jelasnya.
Padahal, kemasan menjadi elemen penting dalam penjualan produk, terutama untuk oleh-oleh khas yang sudah memiliki branding kuat di pasaran.
“Produk amplang ini kan sudah jadi identitas Tarakan, bagian dari potensi daerah Kalimantan Utara. Tapi sekarang kemasannya yang jadi masalah,” katanya.
Baca juga: Penjual Es Buah Segar di IKN Keluhkan soal Harga Plastik yang Alami Kenaikan
Terpaksa Mengurangi Isi Produk
| Iran Siap Ladeni Serangan AS dan Israel, Tegas Menolak Gencatan Senjata |
|
|---|
| Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz dan Abaikan Ancaman Donald Trump |
|
|---|
| Daftar Rumor terkait Kesehatan Donald Trump, Diisukan Kena Stroke Usai Ketegangan di Situation Room |
|
|---|
| Dubes Iran Bantah Selat Hormuz Ditutup, Kata Boroujerdi soal Kapal Pertamina Belum Bisa Melintas |
|
|---|
| Trump Biang Kerok Lonjakan Harga Minyak Dunia, Iran: Pintu Neraka Terbuka untuk Presiden AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/plastik-di-tarakan-naik.jpg)