Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Tana Tidung Terkini

Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Naik di Tana Tidung, Pedagang Es Bingung Naikkan Harga

Kenaikan harga plastik hingga 40 persen akibat konflik global mulai menekan pedagang es di Tana Tidung.

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/RISMAYANTI
HARGA PLASTIK MEROKET - Suasana toko yang menjual plastik di Jalan Padat Karya, Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Selasa (7/4/2026). Pedagang es pertimbangkan naikkan harga jualan dampak harga plastik yang meroket tajam. (TRIBUNKALTARA.COM/RISMAYANTI) 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik naik 30–40 persen, dipicu gangguan pasok global.
  • Pedagang es terdampak langsung, biaya produksi melonjak.
  • Dilema pelaku usaha, antara menaikkan harga atau mengurangi porsi.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG – Kenaikan harga plastik yang dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak ke daerah.

Di Kabupaten Tana Tidung, pelaku usaha kecil, khususnya pedagang minuman, mulai kebingungan menentukan langkah di tengah lonjakan biaya produksi.

Kenaikan harga plastik secara nasional disebut mencapai 30 hingga 40 persen per April 2026.

Kondisi ini dipicu terganggunya distribusi bahan baku nafta melalui Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Harga Plastik Naik, UMKM di Tanjung Selor Keluhkan Untung Menipis

Di tingkat daerah, dampaknya mulai dirasakan para pedagang yang bergantung pada bahan plastik untuk menunjang usaha mereka.

Salah satu pedagang es di pinggir Jalan Padat Karya, Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Biah mengaku telah mendengar informasi kenaikan harga plastik yang cukup signifikan.

“Dengar-dengar infonya lumayan tinggi naiknya harga plastik ini, bukan cuma kantong plastik tapi semua yang berbahan plastik mulai sedotan, gelas dan sejenisnya itu ngaruh semua,” ujar Biah kepada TribunKaltara.com, Selasa (7/4/2026).

Ia mengatakan, penggunaan plastik menjadi kebutuhan utama dalam usahanya, terlebih selama ini plastik diberikan secara gratis kepada pembeli.

Baca juga: Curhat Pelaku UMKM soal Harga Plastik Naik Imbas Perang Iran vs Amerika: Porsi Produk akan Dikurangi

“Pastinya kita merasa terbebani karena plastik ini kan gratis kita kasih ke pembeli, biar mereka beli satu pun tetap kita pakaikan plastik,” katanya.

Saat ini, Biah mengaku belum sepenuhnya terdampak karena masih menggunakan stok lama yang dibeli dengan harga sebelumnya.

Namun, ia telah mendapat informasi dari penjual bahwa harga plastik akan ikut naik pada pembelian berikutnya.

“Kalau yang saya pakai sekarang ini saya beli di tokonya masih stok lama jadi masih harga lama, tapi bilangnya ke saya kalau dia belanja lagi setelah ini ikut berubah juga sudah harga plastik dia belikan,” jelasnya.

Baca juga: Penjual Es Buah Segar di IKN Keluhkan soal Harga Plastik yang Alami Kenaikan

Ia memperkirakan kenaikan harga tersebut akan mulai dirasakan dalam waktu dekat, mengingat beberapa toko sudah lebih dulu menaikkan harga plastik.

“Jadi untuk beberapa hari ini masih belum terdampak lah kita, walaupun sudah ada beberapa toko yang naik harga plastiknya, di tempat saya beli itu masih aman, tapi bisa jadi minggu depan atau beberapa hari ke depan ikut naik juga,” ungkapnya.

Biah mencontohkan, harga gelas plastik yang biasa ia beli satu dus sekitar Rp300 ribu, kini dikabarkan akan naik hingga lebih dari Rp500 ribu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved