Jumat, 15 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Sampah Bulungan Melonjak Usai Lebaran 2026, DLH Catat Capai 85 Ton

Usai Idul Fitri 2026, Bulungan dibanjiri sampah hingga 85 ton, DLH soroti pola konsumsi dan disiplin warga

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/DESI KARTIKA
TUMPUKAN SAMPAH - Kondisi sampah yang terus menggunung di salah satu TPA di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, saat diabadikan TribunKaltara.com, Rabu 22 April 2026. Dinas Lingkungan Hidup mencatat sampah tembus 85 ton di TPA pasca Lebaran 2026 di Bulungan, plastik paling banyak. (TRIBUNKALTARA.COM/DESI KARTIKA 

Ringkasan Berita:
  • Volume sampah di Bulungan meningkat hingga 83–85 ton pasca Lebaran 2026.
  • Sampah plastik dan aktivitas masyarakat menjadi penyumbang utama lonjakan.
  • DLH mengajak warga lebih disiplin dan aktif memilah sampah dari rumah.

TRIBUNKALTIM.CO - Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, volume sampah di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mengalami peningkatan signifikan. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan mencatat total sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer 9 Bumi Rahayu mencapai kisaran 83 hingga 85 ton.

Kepala DLH Bulungan, Ismail, menyebut lonjakan ini merupakan pola tahunan yang kerap terjadi saat momentum hari besar keagamaan.

“Setelah lebaran memang ada kenaikan. Totalnya sekitar 83 sampai 85 ton sampah yang masuk ke TPA,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Faktor Konsumsi dan Pertumbuhan Penduduk

Peningkatan volume sampah tidak hanya dipicu oleh aktivitas perayaan Idul Fitri, tetapi juga oleh pertumbuhan jumlah penduduk serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

Baca juga: Antrean BBM di Bulungan Mengular, Pertamina Bakal Sidak Pengecer dan Blokir Nopol Pengetap

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Bulungan saat ini mencapai sekitar 160 ribu jiwa.

Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya produksi sampah harian.

Selain itu, berkembangnya sektor usaha seperti kuliner dan kafe turut berkontribusi terhadap peningkatan limbah, terutama sampah plastik sekali pakai.

“Sampah plastik masih mendominasi. Ini yang cukup menjadi perhatian,” jelas Ismail.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik pembuangan sempat mengalami penumpukan. Bahkan, di area TPA, sampah terlihat menggunung akibat peningkatan volume dalam waktu singkat.

Baca juga: DPRD Kaltara Soroti Selisih Harga Subsidi dan Nonsubsidi hingga Rp10 Ribu per Liter di Bulungan

Meski demikian, DLH memastikan kondisi tersebut masih dapat dikendalikan. Upaya pengangkutan dilakukan secara intensif, bahkan hingga malam hari selama periode lebaran untuk mengurangi penumpukan.

Tantangan Disiplin Masyarakat

Di balik upaya tersebut, DLH Bulungan masih menghadapi tantangan besar terkait kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Waktu pembuangan sampah yang dianjurkan adalah pukul 06.00 hingga 08.00 Wita. Namun, aturan ini belum sepenuhnya dipatuhi oleh warga.

“Kedisiplinan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal,” tambahnya.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved