Berita Kaltara Terkini
Sampah Bulungan Melonjak Usai Lebaran 2026, DLH Catat Capai 85 Ton
Usai Idul Fitri 2026, Bulungan dibanjiri sampah hingga 85 ton, DLH soroti pola konsumsi dan disiplin warga
Ringkasan Berita:
- Volume sampah di Bulungan meningkat hingga 83–85 ton pasca Lebaran 2026.
- Sampah plastik dan aktivitas masyarakat menjadi penyumbang utama lonjakan.
- DLH mengajak warga lebih disiplin dan aktif memilah sampah dari rumah.
TRIBUNKALTIM.CO - Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, volume sampah di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mengalami peningkatan signifikan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan mencatat total sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer 9 Bumi Rahayu mencapai kisaran 83 hingga 85 ton.
Kepala DLH Bulungan, Ismail, menyebut lonjakan ini merupakan pola tahunan yang kerap terjadi saat momentum hari besar keagamaan.
“Setelah lebaran memang ada kenaikan. Totalnya sekitar 83 sampai 85 ton sampah yang masuk ke TPA,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Faktor Konsumsi dan Pertumbuhan Penduduk
Peningkatan volume sampah tidak hanya dipicu oleh aktivitas perayaan Idul Fitri, tetapi juga oleh pertumbuhan jumlah penduduk serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Baca juga: Antrean BBM di Bulungan Mengular, Pertamina Bakal Sidak Pengecer dan Blokir Nopol Pengetap
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Bulungan saat ini mencapai sekitar 160 ribu jiwa.
Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya produksi sampah harian.
Selain itu, berkembangnya sektor usaha seperti kuliner dan kafe turut berkontribusi terhadap peningkatan limbah, terutama sampah plastik sekali pakai.
“Sampah plastik masih mendominasi. Ini yang cukup menjadi perhatian,” jelas Ismail.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik pembuangan sempat mengalami penumpukan. Bahkan, di area TPA, sampah terlihat menggunung akibat peningkatan volume dalam waktu singkat.
Baca juga: DPRD Kaltara Soroti Selisih Harga Subsidi dan Nonsubsidi hingga Rp10 Ribu per Liter di Bulungan
Meski demikian, DLH memastikan kondisi tersebut masih dapat dikendalikan. Upaya pengangkutan dilakukan secara intensif, bahkan hingga malam hari selama periode lebaran untuk mengurangi penumpukan.
Tantangan Disiplin Masyarakat
Di balik upaya tersebut, DLH Bulungan masih menghadapi tantangan besar terkait kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Waktu pembuangan sampah yang dianjurkan adalah pukul 06.00 hingga 08.00 Wita. Namun, aturan ini belum sepenuhnya dipatuhi oleh warga.
“Kedisiplinan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal,” tambahnya.
| Warga Binaan Lapas Nunukan Berhasil Kembangkan Berbagai Motif Batik Unik Khas Daerah |
|
|---|
| Dana Jembatan Krayan Baru Cair Rp50 Miliar, Pemprov Kaltara Tunggu Komitmen Kemenkeu |
|
|---|
| Pilu Warga Nunukan, Gua Sarang Walet Rusak Akibat Kebun Sawit, Tokoh Adat Jadi Tersangka |
|
|---|
| 500 Kuota PIP Disiapkan untuk Pelajar Kaltara, Ini Sasaran Penerimanya |
|
|---|
| 2 Pelajar Tersesat di Hutan Air Terjun Binusan Nunukan, Selamat Berkat Call Center 112 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260422_Tumpukan-Sampah-di-TPA-Bulungan.jpg)