Jumat, 8 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Usai Harmony Award 2025, Nunukan Siapkan Kawasan Miniatur Rumah Ibadah Semua Agama

Nunukan bangun miniatur rumah ibadah semua agama, perkuat toleransi usai raih Harmony Award 2025

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID
MINIATUR RUMAH IBADAH - Potret kantor FKUB Nunukan di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan, saat dibadikan TribunKaltara.com, Sabtu (18/4/2026). FKUB menjadi pusat penguatan kerukunan umat beragama, sekaligus lokasi rencana pembangunan miniatur rumah ibadah lintas agama di Nunukan. (TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID) 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali menjadi sorotan nasional setelah meraih Harmony Award 2025 sebagai juara dua tingkat nasional. 

Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan daerah perbatasan tersebut dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Namun, pemerintah daerah tidak berhenti pada pencapaian tersebut.

Sebaliknya, langkah inovatif langsung disiapkan untuk memperkuat nilai toleransi yang telah terbangun di tengah masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nunukan, Hasan Basri, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan kondisi sosial yang harmonis di wilayahnya.

Baca juga: Kasus Karhutla di Nunukan Meningkat Tajam, BPBD Minta Warga Hentikan Pembakaran Hutan

“Kerukunan umat beragama di Nunukan sudah terbukti berjalan dengan baik,” ujarnya, Jumat (18/4/2026).

Miniatur Rumah Ibadah Semua Agama

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berencana membangun kawasan miniatur rumah ibadah dari berbagai agama yang ada di Kabupaten Nunukan.

Proyek ini menjadi simbol nyata keberagaman yang hidup berdampingan secara damai.

Pembangunan akan dimulai dari miniatur vihara, sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Buddha yang merupakan kelompok minoritas di wilayah tersebut.

“Walaupun minoritas, tetap harus diperhatikan,” jelas Hasan Basri.

Baca juga: Harga Rumput Laut Nunukan Naik Jadi Rp17 Ribu, Petani Diminta Jaga Kualitas

Menariknya, vihara tersebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga akan difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha yang selama ini belum memiliki fasilitas ibadah khusus.

Dibangun Bertahap dan Berbasis Harmoni

Setelah pembangunan vihara, pemerintah akan melanjutkan pembangunan miniatur rumah ibadah lainnya seperti masjid, gereja, pura, hingga klenteng secara bertahap.

Konsep miniatur dipilih agar kawasan tersebut menjadi representasi keberagaman, bukan untuk kegiatan ibadah massal, kecuali vihara yang memiliki fungsi aktif.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved