Jumat, 29 Mei 2026

Idul Adha 2026

Jelang Idul Adha 2026, Harga Cabai di Nunukan Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Harga cabai, bawang, dan sayuran di Nunukan melonjak tajam jelang Idul Adha akibat pasokan menurun

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Nurila Firdaus
HARGA CABAI NAIK - Ilustrasi cabai di pasar. Harga cabai, bawang, dan sayuran di Nunukan melonjak tajam jelang Idul Adha akibat pasokan menurun. (TRIBUNKALTIM.CO/Nurila Firdaus) 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai rawit di Nunukan melonjak dari Rp65 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.
  • Cuaca buruk dan gagal panen disebut menjadi penyebab utama minimnya pasokan bahan pangan.
  • Pedagang juga menyoroti penguatan Ringgit Malaysia yang ikut memengaruhi harga jual komoditas.

TRIBUNKALTIM.CO - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, masyarakat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai dihadapkan pada lonjakan harga sejumlah bahan pokok di pasaran.

Kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas cabai, bawang, hingga sayuran yang kini dijual jauh lebih mahal dibandingkan pekan sebelumnya.

Di Pasar Inhutani Nunukan, Kelurahan Nunukan Timur, aktivitas warga yang berburu kebutuhan dapur mulai meningkat sejak Senin (25/5/2026) pagi.

Namun di tengah persiapan menyambut Idul Adha, banyak warga mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Baca juga: Dapur MBG ke-11 di Nunukan Mulai Beroperasi, Pakai Bahan Pangan dari Petani dan Nelayan Lokal

Cabai Rawit Meroket hingga Rp90 Ribu

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit.

Jika sebelumnya dijual sekitar Rp65 ribu per kilogram, kini harganya melonjak tajam menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai rawit, cabai keriting juga ikut mengalami kenaikan hingga mencapai Rp65 ribu per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Inhutani Nunukan, Ahmad, mengatakan berkurangnya pasokan dari daerah penghasil menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut.

“Stok dari petani kurang karena sering hujan dan ada gagal panen,” ujarnya.

Baca juga: Pukau Penonton, Drama Musikal Impong De Lunas Insuai Bawa Pesan Toleransi untuk Warga Nunukan

Menurut Ahmad, sebagian besar pasokan sayuran dan cabai di Nunukan masih bergantung pada kiriman dari Sulawesi.

Cuaca buruk yang melanda daerah penghasil membuat hasil panen menurun drastis sehingga distribusi ke Nunukan ikut terdampak.

Harga Sayur dan Bawang Ikut Naik

Selain cabai, harga sejumlah sayuran juga mengalami kenaikan signifikan.

Harga tomat kini naik dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved