Sabtu, 6 Juni 2026

Selebrasi Lokal 2026

Euforia Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Pesanan Jersey di Tanjung Selor, Ini Alasannya

Demam Piala Dunia 2026 belum terasa di usaha sablon jersey Tanjung Selor. Pesanan masih didominasi seragam komunitas dan instansi

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/DESI KARTIKA
USAHA JERSEY CUSTOM - Aktivitas produksi di Kayos Sablon yang berlokasi di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (30/5/2026). Pelaku usaha mengaku euforia Piala Dunia 2026 belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pesanan jersey, yang hingga kini masih didominasi kebutuhan seragam kegiatan instansi, sekolah, dan komunitas. (TRIBUNKALTARA.COM/DESI KARTIKA) 

Ringkasan Berita:
  • Usaha sablon dan printing di Tanjung Selor belum merasakan lonjakan pesanan jersey bertema Piala Dunia 2026.
  • Konsumen lebih memilih membeli jersey resmi atau produk jadi dibanding mencetak desain custom.
  • Pesanan yang mendominasi masih berasal dari instansi, sekolah, desa, dan komunitas di Kalimantan Utara.

TRIBUNKALTIM.CO - Perhelatan Piala Dunia 2026 yang menjadi perhatian pecinta sepak bola dunia ternyata belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor usaha sablon dan printing jersey di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Di tengah meningkatnya perbincangan mengenai turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut, pelaku usaha lokal mengaku belum merasakan peningkatan permintaan jersey bertema Piala Dunia maupun jersey tim nasional peserta turnamen.

Salah satu usaha yang merasakan kondisi tersebut adalah Kayos, usaha printing dan sablon jersey custom yang telah beroperasi di Tanjung Selor sejak 2019.

Staff Kayos, Puput, mengungkapkan hingga akhir Mei 2026 belum ada lonjakan pemesanan jersey yang berkaitan langsung dengan gelaran Piala Dunia.

"Kalau untuk Piala Dunia sendiri sejauh ini belum ada. Paling ada yang sekadar tanya-tanya saja, tapi belum sampai pesan," ujarnya saat ditemui, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Penjualan Jersey di Tanjung Selor Jelang Piala Dunia 2026 Melonjak, Nama Ronaldo Masih jadi Magnet

Konsumen Lebih Memilih Jersey Jadi

Menurut Puput, masyarakat yang ingin memiliki jersey tim nasional favorit atau klub sepak bola umumnya lebih memilih membeli produk yang sudah jadi dibanding memesan secara custom.

Hal ini disebabkan desain jersey resmi memiliki detail khusus yang sulit direplikasi secara sempurna melalui sistem cetak mandiri.

Mengutip dari TribunKaltara.com, sebagian konsumen juga lebih tertarik membeli produk original atau replika resmi yang banyak tersedia melalui toko olahraga maupun platform daring.

"Kalau jersey Piala Dunia kan ada desain khususnya. Kalau dicetak sendiri memang tidak bisa sangat persis. Mungkin mereka lebih memilih beli yang sudah jadi atau yang original," jelasnya.

Fenomena tersebut membuat euforia turnamen sepak bola terbesar dunia belum mampu menggerakkan permintaan sablon jersey di tingkat lokal sebagaimana yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Gelandang Timnas U-19 asal Persiba Balikpapan Isfandyar Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026

Seragam Kegiatan Masih Jadi Andalan

Di tengah belum meningkatnya permintaan jersey sepak bola, usaha printing di Tanjung Selor justru masih bertumpu pada pesanan rutin dari berbagai kalangan.

Pesanan terbanyak berasal dari instansi pemerintahan, sekolah, organisasi masyarakat, komunitas olahraga, hingga kegiatan desa.

Puput mengatakan kebutuhan seragam kegiatan masih menjadi sumber utama pendapatan usaha dibandingkan produk bertema olahraga profesional.

"Biasanya jersey kegiatan kantor, kegiatan desa, kaos kelas, atau komunitas. Kalau jersey olahraga yang berkaitan dengan Piala Dunia belum ada," katanya.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved