Berita Kaltara Terkini
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Tarakan, Gelombang Tertinggi Hanya 30 Sentimeter
BMKG memastikan peringatan dini tsunami telah berakhir. Warga Tarakan diminta tenang dan hanya mengikuti informasi resmi
Ringkasan Berita:
- BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat berlaku untuk Tarakan, Nunukan, dan pesisir Tanjung Selor.
- Hasil verifikasi menunjukkan kenaikan gelombang di Tarakan hanya sekitar 30 sentimeter dan berlangsung singkat.
- Warga diminta tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti kanal resmi pemerintah.
TRIBUNKALTIM.CO - Situasi yang sempat memicu kepanikan warga di sejumlah kawasan pesisir Kalimantan Utara akhirnya dipastikan telah berakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan menyusul gempa besar yang terjadi di wilayah Filipina.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi, saat memberikan penjelasan kepada masyarakat di lokasi evakuasi Kelurahan Pantai Amal, Senin (8/6/2026).
Bersama BPBD, Basarnas, TNI AL, kepolisian, dan unsur terkait lainnya, BMKG turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus memastikan kondisi di wilayah pesisir Tarakan benar-benar aman.
Gelombang Terverifikasi Hanya 30 Sentimeter
Sulam Khilmi menjelaskan bahwa pada pagi hari BMKG memang merilis peringatan dini potensi tsunami yang mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan kawasan pesisir Tanjung Selor.
Baca juga: BPBD Tarakan Edukasi Ribuan Pengungsi Terkait Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami
Berdasarkan estimasi awal, tinggi gelombang yang berpotensi terjadi berada pada kisaran 0 hingga 0,5 meter.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya, tim gabungan melakukan pemantauan dan verifikasi langsung di kawasan Pantai Amal sejak pukul 09.00 WITA.
"Dari hasil pengamatan, memang terjadi kenaikan gelombang, tetapi hanya sekitar 30 sentimeter. Jadi tidak tinggi. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik," ujar Sulam Khilmi.
Ia menjelaskan, kenaikan muka air laut tersebut terjadi sekitar pukul 10.20 WITA dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
"Ketinggian gelombang 30 sentimeter itu bahkan tidak sampai lima menit," katanya.
Baca juga: 30 Tahun Tinggal di Pantai Amal Tarakan, Fatmawati Baru Kali Ini Mengungsi Akibat Kabar Tsunami
BMKG: Statusnya Hanya Waspada
Mengutip TribunKaltara.com, Sulam Khilmi menegaskan bahwa fenomena yang terjadi di Tarakan berada pada kategori paling rendah dalam klasifikasi tsunami yang digunakan BMKG.
Ia menjelaskan terdapat tiga tingkatan status tsunami, yakni awas, siaga, dan waspada.
Kategori awas berlaku untuk gelombang di atas dua meter. Status siaga diberikan untuk gelombang antara satu hingga dua meter. Sementara kategori waspada berlaku untuk gelombang di bawah satu meter.
"Kalau awas itu di atas dua meter, siaga antara satu sampai dua meter, sedangkan yang di bawah satu meter masuk kategori waspada," jelasnya.
| 30 Tahun Tinggal di Pantai Amal Tarakan, Fatmawati Baru Kali Ini Mengungsi Akibat Kabar Tsunami |
|
|---|
| Video Warga Pantai Amal Tarakan Berlarian Viral, Lurah Turun Tangan Redam Isu Tsunami |
|
|---|
| Gempa M 7,7 Filipina Picu Waspada Tsunami, Bupati Nunukan Minta Warga Pesisir Menjauh dari Pantai |
|
|---|
| Anak Putus Sekolah dan Keluyuran Malam Jadi Sorotan, Bupati Bulungan Minta Semua Pihak Turun Tangan |
|
|---|
| 8 Bulan Pascakebakaran, Nasib 30 Pedagang Kuliner Pelangi Malinau Masih Menanti Kepastian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260708_Warga-di-kawasan-Pantai-Amal-Kota-Tarakan-Tsunami.jpg)