Harga Pertamax Naik
Warga Tarakan Tetap Gunakan Pertamax meski Harga Naik
Seorang warga Gunung Lingkas Tarakan, Nanda mengaku baru mengetahui kenaikan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi baik setelah berada di SPBU
Meski tidak sampai membuatnya panik, Nanda mengakui kenaikan harga tersebut cukup mengejutkan. Saat ditanya apakah dirinya kaget dengan perubahan harga yang terjadi, ia menjawab singkat.
"Lumayan kaget sih," ucapnya.
Namun demikian, kenaikan harga Pertamax belum sampai mengubah pola konsumsi bahan bakarnya. Nanda mengaku tetap akan menggunakan Pertamax dan belum memiliki rencana beralih ke Pertalite.
Menurutnya, alasan utama bukan sekadar kebiasaan, melainkan menyesuaikan spesifikasi kendaraan yang digunakan sehari-hari.
"Enggak akan beralih, tetap ke Pertamax," jawabnya saat ditanya apakah akan beralih ke Pertalite.
Ia menjelaskan motor yang digunakannya memiliki kapasitas mesin 150 cc sehingga sejak awal memang menggunakan Pertamax.
"Karena saya kan momotornya 150 ccHarusnya pakai Pertamax memang," jelasnya.
Bagi Nanda, penggunaan BBM dengan angka oktan yang sesuai menjadi pertimbangan utama dibanding sekadar mencari harga yang lebih murah.
Saat disinggung apakah penggunaan Pertalite dapat berdampak pada kondisi kendaraan, ia memilih menyerahkan keputusan tersebut kepada masing-masing pemilik kendaraan.
"Tergantung orang masing-masing sih sebenarnya," katanya.
Baca juga: Resmi Naik, Harga Pertamax Hari Ini Rabu 10 Juni 2026, Daftar Harga BBM Terbaru
Karena alasan itu pula, dirinya memastikan tetap menggunakan Pertamax meski harga mengalami kenaikan cukup tinggi.
"Iya, tetap Pertamax. Karena ia memang Pertamax kan dari awal motor saya," lanjutnya.
Meski belum mengetahui apakah teman-temannya juga sudah mengetahui kenaikan harga tersebut, Nanda memperkirakan perubahan harga Pertamax akan menjadi topik pembicaraan di kalangan pengguna kendaraan dalam beberapa hari ke depan.(*)
| Warga RT 7 Pantai Amal Sempat Mengungsi ke Perbukitan Bais Hills Tarakan saat Lihat Air Surut |
|
|---|
| BPBD Tarakan Edukasi Ribuan Pengungsi Terkait Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami |
|
|---|
| Banyak SPPG di Tarakan Lakukan Pembiaran, BPJS Kesehatan Ingatkan tak Patuh Regulasi Kena Sanksi |
|
|---|
| Misteri Hilangnya Warga Tarakan saat Cari Daun Nipah, Rekan Hanya Temukan Parang di Tengah Hutan |
|
|---|
| Warga Lingkas Ujung Hilang Saat Cari Daun Nipah di Hutan Pesisir, Basarnas Tarakan Turunkan Drone |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260710-harga-BBM.jpg)