Rabu, 22 April 2026

RRI Sendawar Sampaikan Informasi Pembangunan Kubar

RRI Kaltim dapat menyampaikan informasi program pembangunan yang sedang, akan dan telah berjalan di Kutai Barat.

zoom-inlihat foto RRI Sendawar Sampaikan Informasi Pembangunan Kubar
Tribun Kaltim/Alex Pardede
Dirut LPP RRI Niken Widiastuti menyerahkan 50 unit radio kepada Wabup Kubar Didik Effendi untuk warga perbatasan Long Apari dan Long Pahangai.
SENDAWAR, tribunkaltim.co.id – Wakil Bupati Kutai Barat Didik Effendi mengucapkan terimakasih atas keberadaan Studio Produksi RRI Sendawar yang dibangun oleh Lembaga Penyiaran Publik RRI Kalimantan Timur, pasalnya dapat menyampaikan informasi program pembangunan yang sedang, akan dan telah berjalan di Kutai Barat khususnya bagi masyarakat Kutai Barat yang berada di perbatasan Indonesia – Malaysia yaitu Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.

“Luas Kabupaten Kutai Barat satu setengah kali propinsi Jawa Barat, dan dari 238 kampung yang tersebar di 21 kecamatan ada sekitar 100 kampung yang masih terisolir dari jangkauan jalan darat,” ujar Didik dalam sambutannya saat menghadiri peresmian Studi Produksi RRI Sendawar yang berlokasi di jalan DI Panjaitan Dusun Busur Kampung Barong Tongkok Kecamatan Barong Tongkok, Senin (28/2/2011).

Ditambahkannya, lahirnya Studio Produksi RRI Sendawar merupakan hasil pertemuan antara Gubernur Kaltim dengan LPP RRI yang ingin membantu masyarakat Kaltim yang tinggal di perbatasan mendapatkan informasi pembangunan yang dilaksanakan di Kaltim. Begitu halnya dengan Kabupaten Kutai Barat sekiranya dapat menyampaikan segala informasi pembangunan yang ada di Kubar seperti pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan dan pengurusan KTP. “Namun yang terpenting adalah dapat menjadi alat pemersatu kesatuan bangsa di masyarakat Kubar,” tandas Didik.

Di wilayah Kabupaten Kutai Barat ada dua Kecamatan yang paling jauh, katanya, dan untuk menjangkaunya harus melalui riam yang terkenal dengan keganasannya yaitu Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Dan biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat sampai ke kedua kecamatan mencapai Rp 2 juta sekali jalan.

Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy mengatakan, Studio Produksi RRI Sendawar merupakan yang ketiga diresmikan, dimana tahun 2010 yang diresmikan yaitu Kabupaten Malinau dan Nunukan yang merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia. Saat ini jumlah penduduk Kaltim mencapai 3,5 juta jiwa dengan luas daratan mencapai 19,1 juta hektar dan luas perairan laut mencapai 1,1 juta hektar. Untuk mencapai daerah perbatasan baru dapat ditempuh melalui pesawat, yang berada di Kecamatan Long Bawan, Long ampung dan Datah Dawai.

Ditambahkan Farid Wadjdy, selain dibidang audio, Pemprop Kaltim juga telah melakukan kerjasama dengan salah satu satelit untuk mencapai informasi visual sehingga berita televisi Kaltim dapat sampai ke wilayah perbatasan Kaltim, sehingga masyarakat Kaltim tahu wajah gubernur, wakil gubernur, kepala dinas dan program pembangunan yang telah berjalan di Kaltim. “Dalam catatan Propinsi Kaltim ada sekitar 23 Departemen di pusat yang menangani masalah perbatasan, dan kita akan menjalani kerjasama agar dapat dilakukan pembangunan di wilayah perbatasan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu disampaikan Direktur Utama LPP RRI Niken Widiastuti, kalau Indonesia memiliki angkatan bersenjata dan apabila terjadi perang maka angkatan bersenjata Indonesia yang maju berperang, namun kalau terjadi perang komunikasi maka RRI yang terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat yang berada di perbatasan.

Ditambahkannya, nantinya RRI juga akan membangun pemancar di Kecamatan Long Bagun guna dapat menyampaikan informasi bagi masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

“Saya sangat kagum sekali dengan Kabupaten Kutai Barat yang sangat kaya sekali, baik potensi alam, budaya dan sumber tambang,” ungkap Niken.

Perlu diketahui hadir dalam peresmian Studi Produksi RRI Sendawar, anggota DPR RI dari Komisi I Roy Suryo. Dalam kesempatan itu Roy Suryo mengatakan, setelah melihat hasil kerja LPP RRI di tiga Kabupaten Kaltim yang berada di perbatasan, akan berusaha maksimal untuk memperjuangkan anggaran di pusat sehingga pembangunan di wilayah perbatasan dapat terus dilaksanakan, khususnya dibidang komunikasi informatika.

Setelah peresmian Studio Produksi RRI Sendawar oleh Dirut LPP RRI Niken Widiastuti dilanjutkan dengan penandatangan prasasti oleh Dirut LPP RRI dan penyerahan 50 unit radio bagi masyarakat di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, setelah itu dilanjutkan melihat studio penyiaran RRI di dalam gedung Perusda Witeltram. Dan diakhiri dengan dialog interaktif yang dibawa penyiaran RRI Wenny Aulia dengan narasumber Wagub Kaltim Farid Wadjdy, Wabup Kubar Didik Effendi, Dirut LPP RRI Niken Widiastuti, anggota DPR RI Roy Suryo, pejabat Kementerian Kominfo Hendri Sudianto, Pengawas LPP RRI Zul Hadi dan Kepala Adat Besar Kubar Yustinus Dullah. Dengan tema Peran RRI Sebagai Sabuk Pengaman Informasi Wilayah Perbatasan.

Sementara itu dikatakan Kasubag TU RRI Samarinda, Sudirman Majid, Studi Produksi RRI Sendawar akan mengudara mulai dari pukul 05.00 – 24.00 wita dengan materi beritanya 30 persen Nasional, 30 persen Kaltim dan 30 persen lokal Kutai Barat.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved