Kamis, 16 April 2026

Berita Unik

VIDEO- Manfaatkan Teknologi Tinggi, Geng Mafia Bantu 5000 Siswa Nyontek dalam Ujian

Nyontek atau ngerpek bagian tak terpisahkan dalam dunia pendidikan. Tetapi di Cina mafia gunakan perangkat teknologi tinggi untuk bantu ujian siswa.

shanghaiist.com
Inilah salah bentuk teknologi yang digunakan oleh para mafia ujian di Cina. Kecamata ini digunakan sebagai perangkat komunikasi antara joki dan siswa peserta ujian. 

SUDAH berkali-kali polisi di Cina melakukan operasi pemberantas bagi siswa yang mengikuti ujian secara ilegal, yaitu ngerpek alias nyontek. Tetapi di Cina perilaku gerpek alias nyontek berkembang pesat bahkan menjadi sebuah bisnis ilegal menggunakan teknologi tinggi.

Baru-baru ini, tim kepolisian kembali memamerkan peralatan eletronika canggih yang digunakan oleh mafia kriminal untuk membantu para siswa agar bisa mendapatkan nilai tinggi dalam ujian sekolah.

shanghaiist.com
Inilah perangkat radio, HP, serta berbagai perangkat eletronika canggih yang digunakan oleh mafia untuk membantu para siswa di Cina bisa lulus ujian atau mendapatkan nilai tinggi. Tampak polisi memamerkan perangkat 'penyontekan' itu.

Polisi seperti diwartakan shanghaiist.com, Minggu (17/1), menyatakan bahwa geng kriminal memanfaatkan perlatan elektronikan canggih untuk membantu lebih dari 5000 siswa menyontek pada ujian.

Sebuah kelompok kejahatan terorganisir di Shaanxi menggunakan solusi teknologi tinggi untuk membantu siswa berbuat curang ketika mengikuti di ujian baru-baru diturunkan oleh polisi.

shanghaiist.com
Seorang peserta ujian menggunakan perangkat chip berlayar, semua jawaban soal dipasok melalui layar yang digenggam oleh peserta ujian itu.

Menurut situs NetEase, alat nyontek itu juga ditemukan di payudara siswa dalam sebuah penggerebekan 13 Januari 2016 lalu di sebuah sekolah Kota Xian Weiyang. Polisi menemukan tumpukan besar peralatan elektronik yang digunakan untuk memberi makan jawaban siswa duduk ujian.

shanghaiist.com
Polisi menangkah residivis bernama Meng Mou, 33, sarjana yang lulus dari sebuah perguruan tinggi kemudian berpraktik memberikan layanan nyontekan kepada siswa yang ujian.

Juga diselitpkan alat pemancar yang diselipkan di dompet dilengkapi dengan pemancar radio, serta layar yang mampu mengirimkan rekaman audio dan perangkat yang dapat menerima dan menampilkan paragraf teks.

shanghaiist.com

Polisi menemukan ada sekelompok geng mamarkir mobil di pinggir jalan menggumakan antena besar. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang operastor mobil itu, polisi juga menemukan tiga pemancar radio, dua walkie talkie, tujuh ponsel dan beberapa kartu bank.

Ketika polisi melakukan pengerebakan di sebuah rumah tersangka, ditemukan lebih dari 180 buah peralatan elektronik yang sedang digunakan untuk membantu siswa menjawab soal dalam ujian.

Meng Mou 33 tahun, salah satu tersangka ditahan, dia merupakan buron sekaligus residivis yang sudah dicari polisi di Henan, juga melakukan kegiatan serupa.

Dia dari universitas 2013, Meng tidak dapat menemukan pekerjaan sehingga mulai melakuikan operasi memberi kunci jawaban soal kepada siswa yang mengikuti ujian di wilayah Henan, Shanxi dan Provinsi Gansui.

Polisi memperkirakan bahwa Meng telah membantu sedikitnya 5000 siswa menyontek dalam ujian mereka.
Pada bulan Juni 2014, dalam sebuah penggrebekan polisi mendapatkan bukti sangat mengesankan berbagai macam peralatan elektronik yang digunakan membantu para mahasiswa menjawab soal-soal ujian di wilayah Sichuan.

shanghaiist.com
Polisi memperlihatkan perangkat untuk membantu siswa lolos ujian, tampak alat nyontek mirip perangkat mata-mata KGB.
Uang koin berfungsi sebagai shutter remote control untuk mengaktifkan kamera yang dipasang pada layar. Kacamata kamera ini mengirimkan data pertanyaan ke pihak luar, dan kemudian untuk mengirim jawaban kembali.
shanghaiist.com
Inlah rompi berpemancar mirip perangkat mata-mata FBI yang bisa dihubungkan lewat ponsel untuk mengirimkan dan menerima sinyal jawaban soal ujian.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved