Dirut RS Harapan Kita Sebut RSUD AWS Samarinda Bisa Setara Rumah Sakit di Malaysia
Dalam dua tahun ke depan fasilitas dan layanan pasien jantung di RSUD AWS akan setara dengan Rumah Sakit (RS) Jantung di Malaysia ataupun Singapura.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM. CO - Saat mengunjungi RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda beberapa waktu lalu, Dirut RS Harapan Kita dr Hananto Andriantono mengatakan, dalam dua tahun ke depan fasilitas dan layanan pasien jantung di RSUD AWS akan setara dengan Rumah Sakit (RS) Jantung di Malaysia ataupun Singapura. Dengan kata lain, RSUD AWS sudah bisa menangani kompleksitas bedah jantung hingga severitas III.
"Warga Kaltim atau Kalimantan tak perlu lagi ke luar negeri untuk operasi jantung. Cukup di RSUD AWS saja. Catatannya, rumah sakit ini harus terus meningkatkan kompetensi tenaga medisnya. Membeli peralatan canggih itu gampang, tapi harus diiringi peningkatan kompetensi operatornya, supaya alat itu maksimal," kata Hananto.
Dalam kurun waktu empat tahun, RS Harapan Kita memberikan bimbingan langsung di RSUD AWS dalam pengembangan pelayanan operasi jantung dan pembuluh darah. Nota evaluasi sebagai rumah sakit yang mandiri dalam bedah jantung telah diserahkan langsung ke Dirut RSUD AWS dr Rachim Dinata.
Saat ini, daftar tunggu pasien bedah jantung di RSUD milik Pemprov Kaltim ini mencapai 250-an pasien. Rinciannya, operasi jantung pasien dewasa 130 orang dengan kasus Coronary Artery Disease (CAD) dan Penyakit Katup jantung. Sedangkan antrean pasien anak 121 orang dengan kasus Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), Patent Ductus Arteriosus (PDA), Tetralogy Of Fallot (TOF), Penyakit Katup jantung.
"Ibarat bayi, kemarin kami masih menyusu dengan RS Harapan Kita. Tapi, sekarang tinggal disapih saja," kata Ketua Staf Medik Fungsional Spesialis Jantung, RSUD AWS, dr Djoen Herdianto, SpJP.
Selanjutnya, untuk operasi dengan kompleksitas severitas III, RSUD AWS masih akan dibantu RS Harapan Kita. "Ya untuk kasus sangat kompleks kita diskusikan dengan RS Harapan Kita. Kita jadwalkan kapan mereka datang dan alat tambahan apa saja yang perlu mereka bawa," tutur Djoen. (*)