Jumat, 10 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Event Ladyboy di Samarinda Dibatalkan, Pengelola Cafe Angkat Bicara

Event ladyboy competition yang rencananya digelar di salah cafe di Samarinda, resmi dibatalkan

TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Suasana kafe The Curve, jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda yang memutuskan membatalkan event Ladyboy yang rencananya diselenggarakan pada Senin malam (31/1/2022). TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Event bertajuk ladyboy competition yang rencananya akan diselenggarakan di cafe bernama The Curve, resmi dibatalkan oleh pihak pengelola cafe.

Rencananya kegiatan itu dilangsungkan pada Senin malam (31/1/2022), di cafe yang berlokasi di jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang.

Hal ini tak terlepas dari perintah Wali Kota Samarinda, Andi Harun, untuk membatalkan acara tersebut.

Dan, setelah berkomunikasi dengan pihak Satpol PP, maka pengelola cafe memutuskan untuk membatalkan acara dengan tema yang identik dengan kelompok transgender.

Kepada TribunKaltim.co, Alfan, pemilik cafe The Curve menjelaskan, pihak cafe telah membatalkan acara tersebut kepada pihak penyelenggara sejak Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Event Ladyboy Competition di Samarinda Bikin Heboh, Andi Harun: Batalkan!

Baca juga: Walikota Andi Harun soal Event Lady Boy di Samarinda: Dihentikan Sesuai dengan Ketentuan Berlaku

Awalnya ia tidak memperkirakan bahwa konsep acara yang sempat dijelaskan oleh penyelenggara adalah event berkaitan dengan kelompok transgender.

"Kami kan hanya memfasilitasi tempat saja, konsep yang dijelaskan oleh panitia awalnya kepada kita gambarannya lomba lypsinc dan fashion show yang dilakukan oleh pria berdandan seperti wanita, untuk lucu-lucuan, nggak mengira kalau itu transgender atau semacamnya," kata Alfan kepada TribunKaltim.co.

Pengelola The Curve juga sempat mempublikasikan pamflet acara tersebut pada hari Kamis (27/1/2022).

Namun, setelah menerima respon dan tanggapan dari beberapa pihak terkait acara tersebut, maka satu hari setelahnya pengelola cafe memutuskan membatalkan acara.

"Kita sudah mengembalikan DP sewa tempat ke penyelenggara sejak Jumat itu, tetapi karena kita komunikasi dengan Satpol PP baru hari Minggu, makanya baru booming sekarang," jelas Alfan lebih lanjut.

Baca juga: BONGKAR Peran 3 Pelaku Malapraktik yang Tewaskan Waria Balikpapan, Korban 46 Kali Disuntik di Dada

"Karena kesadaran kita juga, mungkin karena persepsi masyarakat tentang ladyboy itu disangkutpautkan dengan LGBT dan semacamnya, maka saya putuskan batal saja, padahal kita juga tidak pernah mendukung kegiatan semacam itu," tuturnya lagi.

Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co pada Senin (31/1/2022) malam, aktivitas di cafe dengan ornamen lampu kecil berwarna warni itu berlangsung layaknya cafe pada umumnya, dan tidak terlihat tanda-tanda akan dilaksanakannya acara seperti yang direncanakan.

Adapun alasan Satpol PP kota Samarinda untuk menindaklanjuti pembatalan acara tersebut selain karena tidak ada izin keramaian dari pihak kepolisian, juga atas dasar perintah Wali Kota yang melarang acara dilangsungkan.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP kota Samarinda, Ismail menerangkan, sehari sebelumnya pada 30 Januari 2022, pihaknya sudah menghubungi panitia penyelenggara untuk mengkonfirmasi kegiatan tersebut.

Namun narahubung yang tertera di pamflet event diakui tidak dapat dihubungi, kemudian anggota Satpol PP menghubungi pihak pengelola cafe dan pada Senin pagi hari (31/1/2022), bertemu langsung pemilik cafe guna membahas event tersebut.

Baca juga: Apa Itu Suntik Silikon? Waria di Balikpapan Tewas Jadi Korban Malpraktik Suntik Silikon

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved