HUT Kemerdekaan RI
Profil Andi Baso dari Kecamatan Sandaran, Paskibraka Kutim Terjauh
Andi Baso Mangkunari, satu anggota Paskibraka Kutim yang terpilih di pasukan 17 pada upacara pagi dan sore peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Andi Baso Mangkunari, satu anggota Paskibraka Kutim yang terpilih di pasukan 17 pada upacara pagi dan sore peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia.
Andi, yang masih duduk di bangku SMAN 1 Sandaran ternyata bercita-cita menjadi Polisi dan memiliki hobi bermain motor trail atau trabas.
Siapa sangka, ia terpilih menjadi Paskibraka Kutim dari Kecamatan Sandaran yang dinilai paling jauh ketimbang teman-teman lainnya.
Baca juga: Cerita Siswi SMAK ST Yoseph Kutim jadi Paskibraka Pemkab Kutai Timur, Sebenarnya Tidak Ingin
Anak bungsu dari 8 bersaudara itu berasal dari pasangan Muhammad Abbas Petta Sandre dan Nur Intan Halijatang dan lahir di Polewali Mandar pada 25 Septermber 2005.
"Dengan terpilihnya saya menjadi Paskibraka Kutai Timur merubah pola hidup saya, yang awalnya saya orang yang lambat dan males, sekarang saya jadi orang yang sigap cepat dan tegas, itu juga berkat pelatih kami," ungkapnya, Senin (22/8/2023).
Lanjutnya, ia bercerita kisahnya awal mula terpilihnya sebagai Paskibraka Kutai Timur, simana waktu itu ia mengikuti seleksi di kecamatan dan terpilihlah 2 orang dari Kecamatan Sandaran.
Ternyata dengan kegigihan usahanya mulai dari latihan terus menerus hingga melakukan salat tahajud, nama Andi tercantum pada nomor 1 di pengumuman hasil seleksi paskibraka.
Baca juga: Paskibraka Kutai Timur Dikukuhkan, Formasi Lengkap 36 Orang
"Tapi sebelumnya ada satu tahap seleksi yang membuat saya merasa akan gagal yaitu seleksi bakat dimana rata-rata siswa yang ada di Sangatta bakatnya bermain alat musik sedangkan saya bakatnya di motor," lanjutnya.
Pada akhirnya, ia meminta izin kepada panitia akan menampilkan bakat bela diri dan diperbolehkan.
Berbagai jenis seleksi ia lalui dengan patah semangat apalagi seleksi jasmani yang memerlukan fisik cukup besar. Dengan percaya diri ia terus melakukan seleksi tersebut dengan baik.
"Alhamdulillah nama saya waktu itu ada pada urutan yang paling pertama berdasarkan nilai poin pada tes seleksi calon Paskibraka Kutai Timur," imbuhnya bangga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230822_Andi-Baso-Mangkunari-salah-satu-pasukan-pengibar-bendera.jpg)