Senin, 13 April 2026

Kabar Internasional Terkini

Fakta Mengenai Telegram Usai Pendirinya Pavel Durov ditangkap di Prancis

Miliarder kelahiran Rusia serta pemilik aplikasi perpesanan Telegram, Pavel Durov ditangkap di bandara Le Bourget di luar Paris

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
PC TECH MAG
Pavel Durov pendiri Telegram dan fakta mengenai aplikasinya 

TRIBUNKALTIM.CO - Miliarder kelahiran Rusia serta pemilik aplikasi perpesanan Telegram, Pavel Durov ditangkap di bandara Le Bourget di luar Paris tak lama setelah mendarat dengan jet pribadi Sabtu malam dan ditahan, tiga sumber mengatakan kepada Reuters.

Penangkapan miliarder teknologi berusia 39 tahun itu memicu peringatan dari Moskow ke Paris bahwa ia harus diberikan hak-haknya. 

Kritik pun datang dari pemilik X Elon Musk yang mengatakan bahwa kebebasan berbicara di Eropa sedang diserang.

Tidak ada konfirmasi resmi dari Prancis mengenai penangkapan tersebut, tetapi dua sumber kepolisian Prancis dan satu sumber Rusia yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa Durov ditangkap tak lama setelah tiba di bandara Le Bourget dengan jet pribadi dari Azerbaijan.

Salah satu dari dua sumber kepolisian Prancis mengatakan bahwa sebelum kedatangan jet tersebut, polisi telah mengetahui dia ada dalam daftar penumpang dan bergerak untuk menangkapnya karena dia menjadi subjek surat perintah penangkapan di Prancis.

Baca juga: CEO Telegram Pavel Durov Ditangkap di Perancis, Aplikasinya Sering Dipakai sebagai Tindak Kejahatan

Penangkapan Durov merupakan bagian dari investigasi awal yang dipimpin oleh OFMIN atau Kantor Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Bawah Umur di Prancis.

Lembaga tersebut telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Durov, dengan menyebutkan tuduhan yang mencakup pencucian uang, perdagangan narkoba, dan penyebaran konten pelecehan seksual anak di Telegram.

Telegram menyatakan bahwa mereka mematuhi hukum Eropa. Perusahaan juga mengatakan Durov tidak menyembunyikan apapun.

Durov disebut sering berpergian ke Eropa. Menurut Telegram, tidak masuk akal meminta pertanggungjawaban penyalahgunaan platform pada pihak aplikasi maupun pemiliknya. Mereka menambahkan tengah menunggu penyelesaian segera terkait hal ini.

Fakta mengenai Telegram

Telegram adalah layanan obrolan berbasis teks yang tampilannya mirip seperti WhatsApp. Chat di Telegram digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia sebagai alat komunikasi sehari-hari yang mudah digunakan.

Pengguna juga dapat mengunggah Story, membuat grup, atau membuat apa yang disebut sebagai saluran. 

Baca juga: Pendiri Aplikasi Telegram Pavel Durov Ditangkap di Bandara Prancis

Saluran dapat dikunjungi jutaan pelanggan dan menjadi wadah yang digunakan untuk menampung berita dan informasi.

Sejauh mana Telegram dienkripsi sampai sekarang pun masih belum jelas. Sementara layanan pesan pesaing WhatsApp menggunakan enkripsi ujung ke ujung secara default, yang dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk melindungi pesan pengguna. Namun Telegram tidak melakukannya.

Maka dari itu, sangat sulit untuk bisa melacak ekstremis yang bergabung dengan platform dan mengirim informasi palsu atau yang bersifat menghasut secara langsung kepada individu, baik melalui chat dan saluran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved