Kesehatan

10 Cara Cegah Risiko Stunting pada Anak, ASI Eksklusif hingga Gizi Seimbang

Penting bagi setiap orang tua dan calon orang tua untuk memahami langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.

|
Editor: Yara Tahnia
HO/DPPKB Kutim
PENCEGAHAN STUNTING - Kunjungan jemput bola keluarga berisiko stunting di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (24/2/2025). Masalah stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua dan calon orang tua untuk memahami langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini. (HO/DPPKB Kutim) 

TRIBUNKALTIM.CO - Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan anak yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya.

Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang.

Terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Masalah stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa.

Baca juga: Data Stunting di Mahakam Ulu Beda Versi, Dinkes Ungkap Penyebab Perbedaan Angka

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua dan calon orang tua untuk memahami langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.

Menurunkan risiko stunting bukanlah tugas yang bisa dilakukan dalam semalam.

Dibutuhkan upaya terpadu, peran aktif keluarga, serta dukungan dari lingkungan sekitar dan layanan kesehatan.

Mulai dari pemberian nutrisi yang cukup hingga menjaga kebersihan lingkungan, semua aspek ini berperan penting dalam tumbuh kembang optimal anak.

10 Langkah Mengurangi Resiko Stunting

1. Pemberian Gizi yang Cukup

Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang memadai sejak dini.

ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan memberikan nutrisi yang optimal, setelah usia 6 bulan, berikan makanan pendamping ASI yang kaya akan nutrisi.

Baca juga: 7 Daerah dengan Angka Stunting Terbanyak di Kalimantan Timur: Samarinda, Balikpapan, hingga Bontang

Misalnya seperti sayuran, buah-buahan, sumber protein, dan biji-bijian.

2. Pemantauan Pertumbuhan

Rutin memantau pertumbuhan anak adalah langkah penting.

Ini melibatkan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala secara teratur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved