Minggu, 26 April 2026

Berita Viral

Mengenal Otrovert dan Ciri-cirinya, Viral Jenis Kepribadian Baru

Selama beberapa dekade, studi kepribadian telah mengkategorikan orang sebagai introvert, ekstrovert, atau ambivert.

Grafis TribunKaltim.co/Canva
JENIS KEPRIBADIAN BARU - Potret orang-orang yang sedang berkumpul dan saling berbicara. Mengenal jenis kepribadian baru, Otrovert (Grafis TribunKaltim.co/Canva) 

TRIBUNKALTIM.CO - Selama beberapa dekade, studi kepribadian telah mengkategorikan orang sebagai introvert, ekstrovert, atau ambivert.

Namun, banyak yang merasa label-label ini tidak sepenuhnya menangkap kecenderungan sosial mereka.

Dikutip dari timesofindia, konsep Otrovert yang muncul mengatasi kesenjangan ini, menggambarkan individu yang menempati area abu-abu antara introversi dan ekstroversi. 

Ya, Otrovert sering berkembang dalam interaksi satu lawan satu yang bermakna daripada pertemuan sosial besar, menghargai kedalaman daripada kuantitas dalam hubungan.

Mereka cenderung mandiri, kreatif, dan selektif tentang keterlibatan sosial mereka, menyeimbangkan kebutuhan untuk terhubung dengan ruang pribadi. 

Baca juga: 30 Ucapan Hari Introvert Sedunia 2025 Singkat dan Unik, Jadikan Caption di Media Sosial Hari Ini

Mereka mungkin juga menunjukkan kemampuan beradaptasi, kecerdasan emosional, dan kualitas kepemimpinan yang halus baik dalam lingkungan pribadi maupun profesional.

Mengenali kepribadian Otrovert menawarkan perspektif baru tentang perilaku sosial, menyoroti bahwa tidak semua orang cocok dengan kategori tradisional dan bahwa ciri-ciri kepribadian yang bernuansa membentuk cara kita berinteraksi dengan dunia.

Penemu Istilah Otrovert dan Ciri-cirinya

Istilah "Otrovert" diciptakan oleh psikiater Dr. Rami Kaminski, sebagaimana dilaporkan oleh Colombiaone.

Istilah ini menggambarkan individu yang tidak memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap kelompok sosial mana pun.

Otrovert sering menghadiri pesta atau acara sosial, tetapi hanya berinteraksi dengan sekelompok kecil orang.

Mereka memprioritaskan hubungan yang tulus daripada keterlibatan dalam kelompok dan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas dalam interaksi sosial.

Ciri-ciri utamanya meliputi:

- Berpikir mandiri dan kemandirian emosional

- Koneksi sosial yang selektif, bukan jaringan yang luas

- Kreativitas, ketahanan, dan kemampuan untuk berkembang di luar norma kelompok konvensional

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved