Amalan dan Doa
Keutamaan dan Amalan-amalan yang Bisa Dikerjakan di Bulan Syaban
Bulan Syaban disebut sebagai masa persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan
TRIBUNKALTIM.CO - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Berdasarkan kalender resmi dari Kementerian Agama (Kemenag), 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa (20/1/2026).
Bulan ini berada di antara Rajab dan Ramadhan, sehingga sering disebut sebagai masa persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Di bulan Syaban ini terdapat malam Nisfu Syaban yang dikenal sebagai malam penuh ampunan.
Baca juga: Kapan Nisfu Syaban 2026? Amalan yang dapat Ditunaikan dan Tata Cara Sholat Malam Nisfu Syaban
Pada malam ini, Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang memohon ampun, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan kebencian.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan introspeksi diri di bulan Syaban ini.
Dilansir dari laman resmi Baznas, simak inilah beberapa keutamaan bulan Syaban:
Keutamaan Bulan Syaban
1. Malam Nisfu Syaban dan Keutamaan Ampunan
Salah satu keutamaan bulan Syaban dan amalannya yang paling dikenal adalah malam Nisfu Syaban, yang merupakan malam pertengahan bulan Syaban.
Pada malam ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang memohon ampunan dengan tulus.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:
"Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang memohon ampunan, kecuali orang yang musyrik atau dalam permusuhan." (HR. Al-Baihaqi)
Malam ini adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan beribadah kepada Allah SWT.
Ini adalah salah satu keutamaan bulan Syaban dan amalannya yang sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.
2. Perintah Rasulullah untuk Memperbanyak Puasa Sunnah
Selain malam Nisfu Syaban, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Syaban.
Beliau bersabda:
"Rasulullah SAW biasa berpuasa di bulan Syaban lebih banyak daripada bulan lainnya, kecuali bulan Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa di bulan Syaban memiliki keutamaan yang sangat besar, karena bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut puasa Ramadan.
Puasa sunnah ini menunjukkan kesungguhan seorang Muslim dalam beribadah dan menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT.
3. Bulan yang Dikenal dengan Berlimpahnya Rahmat Allah
Bulan Syaban juga merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan.
Dalam bulan ini, Allah SWT memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah mereka sebagai persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Keutamaan bulan Syaban dan amalannya sangat terasa bagi mereka yang memanfaatkan waktu ini untuk memperbaiki diri dan beribadah dengan lebih sungguh-sungguh.
Pada bulan Syaban, umat Islam diajak untuk merenungkan amal perbuatan mereka dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk bulan Ramadhan yang akan datang.
4. Bulan yang Mendekatkan Diri kepada Allah
Selain itu, bulan Syaban juga merupakan waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan, seperti sholat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir.
Keutamaan bulan Syaban dan amalannya bukan hanya terbatas pada puasa dan malam Nisfu Syaban saja, tetapi juga pada segala bentuk ibadah yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah.
Bulan ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah SWT, dengan meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan.
5. Waktu yang Tepat untuk Memohon Ampunan
Bulan Syaban juga merupakan waktu yang baik untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak doa dan istighfar.
Dengan memohon ampunan Allah SWT, seorang hamba diharapkan bisa menghapuskan dosa-dosanya dan memulai kehidupan baru dengan hati yang bersih dan suci.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, bulan Syaban menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Mengisi Syaban dengan amal ibadah dan perbuatan baik diharapkan dapat membersihkan hati serta mempersiapkan diri agar dapat menyambut Ramadhan dengan kondisi iman yang lebih kuat dan jiwa yang lebih tenang.
7 amalan yang bisa dikerjakan di Bulan Syaban
1. Berpuasa
Pada bulan Syaban, Rasulullah SAW memperbanyak puasa.
Hal itu dijelaskan dalam hadist diriwayatkan
Sebagimana dijelaskan dalam hadis diriwayatkan 'Aisyah radhiallahu ‘anha,
عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ, فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata,
“Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa.
Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.”
Demikian, pada bulan Syaban ini pun ada banyak puasa sunnah yang dikerjakan.
Termasuk puasa Senin dan Kamis dan ada juga puasa Ayyamul Bidh.
Amalan puasa Senin dan Kamis merupakan amalan yang nilainya istimewa setiap pekan.
Perlu dicatat, bagi yang tidak terbiasa mengamalkan puasa di pertengahan bulan maka dilarang mengerjakan puasa tersebut, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa.
Hal ini diambil sebagaimana hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ.
“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan melakukan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa (dan waktu kebiasaan puasanya itu jatuh) pada hari itu, maka silahkan dia berpuasa pada hari itu.” (Shahih: HR. al-Bukhari (no. 1914)) dan Muslim (no. 1082))
2. Diangkatnya Amalan-amalan Manusia kepada Allah SWT
Seperti yang dijelaskan tadi di atas, di bulan Syaban inilah amalan manusia di angkat kepada Allah SWT.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis dari Usman bin Zain, Rasulullah SAW bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan.”
“Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
3. Pelunasan Utang Puasa
Tentu saja di bulan Syaban, muslim masih memiliki kesempatan untuk mengerjakan utang puasa tahun lalu.
Dari Abu Salamah, beliau mengatakan pernah mendengar Aisyah Radhiallahu 'anha mengatakan,
كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ
“Aku masih memiliki utang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqodho’nya kecuali di bulan Syaban.”
Yahya (salah satu perowi hadits) mengatakan bahwa hal ini dilakukan ‘Aisyah karena beliau sibuk mengurus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 1950 dan Muslim no. 1146)
4. Membaca Al Quran
Memperbanyak membaca Al Quran tidak hanya dikerjakan saat di bulan puasa Ramadhan.
Muslim juga hendaknya mengerjakan di bulan-bulan biasa termasuk di bulan Syaban.
Salamah bin Kahil berkata, كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ القُرَّاء
“Dahulu bulan Sya’ban disebut pula dengan bulan membaca Al Qur’an.”
وَكَانَ عَمْرٌو بْنِ قَيْسٍ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ شَعْبَانَ أَغْلَقَ حَانَوَتَهُ وَتَفْرُغُ لِقِرَاءَةِ القُرْآنِ
‘Amr bin Qois ketika memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup tokonya dan lebih menyibukkan diri dengan Al Qur’an. Abu Bakr Al Balkhi berkata,
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ
“Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil.” (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 92748)
5. Menjauhi Perbuatan Syirik
Allah SWT tidak akan mengampuni orang-orang yang melakukan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah SWT dengan lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ, إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.
“Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Syaban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin.”
Selain itu, Allah SAW juga membenci bentuk permusuhan.
Rasulullah SAW juga secara khusus tentang orang yang memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.
“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis dan akan diampuni seluruh hamba kecuali orang yang berbuat syirik kepada Allah, dikecualikan lagi orang yang memiliki permusuhan antara dia dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, ‘Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai’”
6. Nisfu Syaban
Pada bulan Syaban inilah terdapat keutamaan di malam Nisfu Syaban.
Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW,
Dari Abu Tsa’labah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ اطَّلَعَ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فَيَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Apabila sampai malam Nishfu Sya’ban, maka Allah melihat kepada para hamba-Nya di lalu mengampuni orang-orang yang beriman.” (Hadis Hasan: HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (V/359, no. 3551) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 523),dari Abu Tsa’labah al-Khusyani Radhiyallahu anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 771))
Dalam riwayat lain dari Abu Musa disebutkan pula Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ اللهَ لَيَطَّلِعُ فِـيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِـجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat (kepada makhluk-Nya)di malam Nishfu Sya’ban, dan memberi ampunan bagi orang-orang yang beriman kecuali orang yang musyrik dan orang yang mendengki.
(Hadis Hasan: HR. Ibnu Majah (no. 1390), dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 1819))
7. Memperbanyak Amalan
Meski amalan dinaikkan, bukan berarti pada bulan Syaban ini umat muslim lalai melaksanakan kewajiban dan hak lainnya dalam beribadah.
Umat muslim tetap dianjurkan melaksanakan amalan sholeh, ketaatan dan amalan kebaikan, di antaranya:
- Melaksanakan salat lima waktu dan rawatibnya.
- Salat Tahajud dan Witir. salat Dhuha.
- Baca Al Quran, khatamkan dan fahami isinya.
- Memperbanyak zikir kepada Allah, baca zikir pagi dan petang, hafalkan dan fahami artinya!
- Memperbanyak sedekah, baik berupa uang maupun makanan.
- Membantu dan menolong orang-orang susah, orang-orang yang sakit, orang-orang yang mengalami kesulitan, mendamaikan orang yang bersengketa. (*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Keutamaan Bulan Syaban dan 7 Amalan yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW,
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keutamaan Bulan Syaban dalam Islam, Bulan Penuh Ampunan dan Persiapan Menuju Ramadhan,
| Bacaan Doa di Hijir Ismail, Tempat Mustajab di Sisi Ka'bah, Lengkap dengan Artinya |
|
|---|
| Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Jadwal 2026, Larangan Puasa, dan Amalan Sunnahnya |
|
|---|
| Niat Puasa Senin Kamis, Bolehkah Digabung dengan Puasa Syawal? Batas Waktu Puasa Syawal 1447 H |
|
|---|
| Bacaan Niat Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis, Hukum Menggabungkannya |
|
|---|
| Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis, Lengkap Bacaaan Niatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ucapan-permintaan-maaf-malam-Nisfu-Syaban.jpg)