Selasa, 5 Mei 2026

Amalan dan Doa

Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Jadwal 2026, Larangan Puasa, dan Amalan Sunnahnya

Hari Tasyrik datang setelah Idul Adha dan jadi waktu penyembelihan serta pengolahan daging kurban, termasuk tradisi menjemur daging

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Heriani AM
TribunKaltim.co
JADWAL HARI TASYRIK - Ilustrasi. Hari Tasyrik datang setelah Idul Adha dan jadi waktu penyembelihan serta pengolahan daging kurban, termasuk tradisi menjemur daging. 

Ringkasan Berita:
  • Hari Tasyrik berlangsung selama 3 hari, yakni 11–13 Zulhijjah atau 28–30 Mei 2026. Pada momen ini, umat Islam dilarang berpuasa.
  • Hari Tasyrik datang setelah Idul Adha dan jadi waktu penyembelihan serta pengolahan daging kurban, termasuk tradisi menjemur daging.
  • Meski tak boleh puasa, umat dianjurkan perbanyak ibadah seperti zikir, sedekah, dan silaturahmi. Hari ini juga disebut sebagai momen makan dan minum penuh syukur.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Zulhijjah yang identik dengan pelaksanaan ibadah kurban dan perayaan Idul Adha.

Di dalam bulan ini juga terdapat momen penting yang dikenal sebagai hari tasyrik, yaitu waktu khusus setelah Idul Adha yang memiliki aturan ibadah tersendiri

Hari tasyrik berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah, dikutip dari mui.or.id. Pada tahun 2026, periode ini diperkirakan jatuh pada 28 hingga 30 Mei 2026.

Selama hari tasyrik, umat Islam dilarang menjalankan puasa, baik puasa sunnah maupun wajib, kecuali dalam kondisi tertentu seperti bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah, Keutamaan Puasa Sunnah sebelum Idul Adha

Secara makna, hari tasyrik merupakan waktu yang istimewa karena identik dengan aktivitas penyembelihan dan pengolahan daging kurban.

Istilah “tasyrik” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan proses menjemur daging di bawah sinar matahari, sebagaimana praktik pada masa awal Islam sebelum adanya teknologi penyimpanan modern.

Meski tidak diperbolehkan berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amalan ibadah di hari tasyrik.

Di antaranya adalah berdzikir, bertakbir setelah salat fardu, bersedekah, menjaga silaturahmi, serta melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Hari-hari ini juga dimaknai sebagai momen untuk bersyukur dengan menikmati rezeki, sekaligus meningkatkan kualitas spiritual.

Pengertian tentang Hari Tasyrik

Hari Tasyrik dimaknai sebagai waktu yang istimewa dalam penanggalan Islam.

Di waktu tersebut umat muslim diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurbannya.

Dikutip dari baznas.go.id, pada saat itulah, umat muslim justru dilarang dan diharamkan untuk puasa, sunnah maupun wajib.

Larangan berpuasa selaras dengan pelaksanaan kurban saat Idul Adha tersebut.

Tasyrik atau tasyriq dalam bahasa Arab “syarraqa” yang memiliki arti “matahari terbit atau menjemur sesuatu”.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved