Kesehatan
Perut Buncit di Usia 30-an, Kenali Penyebab dan Tips Mengurangi Lemak Perut
Perut buncit setelah usia 30 tahun dipengaruhi hormon, metabolisme, hingga gaya hidup yang berubah
Ringkasan Berita:
- Perubahan hormon dan metabolisme menjadi penyebab utama perut buncit di usia 30-an.
- Lemak perut berlebih meningkatkan risiko diabetes hingga penyakit jantung.
- Pola makan sehat, olahraga, dan tidur cukup dapat membantu mengurangi lemak perut.
TRIBUNKALTIM.CO - Banyak orang mulai menyadari perubahan bentuk tubuh setelah memasuki usia 30 tahun, salah satunya munculnya lemak di area perut atau perut buncit.
Kondisi ini ternyata bukan sekadar soal pola makan, tetapi juga dipengaruhi perubahan hormon, metabolisme tubuh, gaya hidup, hingga faktor genetik.
Penumpukan lemak di area perut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit di masa depan.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap dapat dikendalikan dengan pola hidup sehat dan perubahan kebiasaan sehari-hari.
Perubahan Hormon Jadi Pemicu
Salah satu penyebab utama perut mudah membuncit setelah usia 30 tahun adalah perubahan hormon dalam tubuh.
Baca juga: Jemaah Haji Kukar Diimbau Jaga Kesehatan dan Kurangi Aktivitas Media Sosial
Seiring bertambahnya usia, hormon pertumbuhan serta hormon testosteron atau estrogen mulai menurun. Di sisi lain, kadar hormon stres atau kortisol justru meningkat.
Kondisi tersebut dapat memicu penumpukan lemak di area perut bagian dalam atau lemak visceral.
Pada wanita, perubahan hormon selama menopause menyebabkan penurunan estrogen yang berdampak pada redistribusi lemak ke area perut.
Sementara pada pria, penurunan testosteron berkaitan dengan meningkatnya lemak perut dan berkurangnya massa otot.
Metabolisme dan Massa Otot Menurun
Faktor lain yang turut berperan adalah melambatnya metabolisme tubuh.
Baca juga: Psikolog Samarinda Bagikan Tips Agar Rumah Tangga Awet dan Tetap Hangat Seperti Baru Pacaran
Semakin bertambah usia, tubuh membakar lebih sedikit kalori saat beristirahat sehingga berat badan lebih mudah naik meski pola makan tidak banyak berubah.
Selain itu, massa otot juga cenderung menurun apabila tidak diimbangi latihan fisik yang cukup.
Padahal, otot memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengolah glukosa. Ketika massa otot berkurang, glukosa lebih mudah disimpan sebagai lemak, termasuk di area perut.
| 8 Khasiat Gula Merah untuk Tubuh, Bisa Bantu Cegah Kelelahan dan Nyeri Sendi |
|
|---|
| 5 Cara Menghilangkan Uban di Usia Muda Secara Alami Tanpa Cat Rambut |
|
|---|
| Tren Self-Diagnose dan Media Sosial Picu Gangguan Mental Remaja, Ini Penjelasan Psikolog Kukar |
|
|---|
| Setelah Bangun Tidur Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini 8 Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh |
|
|---|
| Benarkah Penyakit Diabetes Bisa Menyerang Usia 20-an? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kompascom-ilustrasi-perut-buncit.jpg)