Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

Perut Buncit di Usia 30-an, Kenali Penyebab dan Tips Mengurangi Lemak Perut

Perut buncit setelah usia 30 tahun dipengaruhi hormon, metabolisme, hingga gaya hidup yang berubah

Tayang:
kompas.com
LEMAK PERUT - Ilustrasi seseorang mengalami penumpukan lemak perut. Perut buncit setelah usia 30 tahun dipengaruhi hormon, metabolisme, hingga gaya hidup yang berubah, ini tips cara menghilangkan perut buncit. (KOMPAS.COM) 

Ringkasan Berita:
  • Perubahan hormon dan metabolisme menjadi penyebab utama perut buncit di usia 30-an.
  • Lemak perut berlebih meningkatkan risiko diabetes hingga penyakit jantung.
  • Pola makan sehat, olahraga, dan tidur cukup dapat membantu mengurangi lemak perut.

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak orang mulai menyadari perubahan bentuk tubuh setelah memasuki usia 30 tahun, salah satunya munculnya lemak di area perut atau perut buncit.

Kondisi ini ternyata bukan sekadar soal pola makan, tetapi juga dipengaruhi perubahan hormon, metabolisme tubuh, gaya hidup, hingga faktor genetik.

Penumpukan lemak di area perut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit di masa depan.

Meski demikian, kondisi tersebut tetap dapat dikendalikan dengan pola hidup sehat dan perubahan kebiasaan sehari-hari.

Perubahan Hormon Jadi Pemicu

Salah satu penyebab utama perut mudah membuncit setelah usia 30 tahun adalah perubahan hormon dalam tubuh.

Baca juga: Jemaah Haji Kukar Diimbau Jaga Kesehatan dan Kurangi Aktivitas Media Sosial

Seiring bertambahnya usia, hormon pertumbuhan serta hormon testosteron atau estrogen mulai menurun. Di sisi lain, kadar hormon stres atau kortisol justru meningkat.

Kondisi tersebut dapat memicu penumpukan lemak di area perut bagian dalam atau lemak visceral.

Pada wanita, perubahan hormon selama menopause menyebabkan penurunan estrogen yang berdampak pada redistribusi lemak ke area perut.

Sementara pada pria, penurunan testosteron berkaitan dengan meningkatnya lemak perut dan berkurangnya massa otot.

Metabolisme dan Massa Otot Menurun

Faktor lain yang turut berperan adalah melambatnya metabolisme tubuh.

Baca juga: Psikolog Samarinda Bagikan Tips Agar Rumah Tangga Awet dan Tetap Hangat Seperti Baru Pacaran

Semakin bertambah usia, tubuh membakar lebih sedikit kalori saat beristirahat sehingga berat badan lebih mudah naik meski pola makan tidak banyak berubah.

Selain itu, massa otot juga cenderung menurun apabila tidak diimbangi latihan fisik yang cukup.

Padahal, otot memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengolah glukosa. Ketika massa otot berkurang, glukosa lebih mudah disimpan sebagai lemak, termasuk di area perut.

Sumber: Tribun health
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved