Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha 2026

Tips Mengolah Daging Kurban Supaya Empuk dan Anti Bau Prengus

Cara mengolah daging kurban banyak dicari masyarakat di Hari Raya Idul Adha 2026, simak selengkapnya

Tayang:
canva.com
OLAH DAGING KURBAN - Ilustrasi daging kurban. Berikut cara mengolah daging kurban Idul Adha 2026 agar empuk dan tidak bau prengus 

Ringkasan Berita:
  • Hari Raya Idul Adha 2026, masyarakat akan mengolah daging kurban sapi maupun kambing menjadi hidangan
  • Banyak orang masih kesulitan menghilangkan bau prengus dan membuat tekstur daging menjadi empuk saat dimasak
  • Pakar gizi dari IPB University hingga chef profesional membagikan berbagai cara mengolah daging kurban, mulai dari teknik memasak suhu tinggi, penggunaan daun pepaya dan nanas, hingga metode rebus 5-30-7 yang disebut hemat gas sekaligus efektif membuat daging lebih empuk

TRIBUNKALTIM.CO - Cara mengolah daging kurban banyak dicari masyarakat di Hari Raya Idul Adha 2026, simak selengkapnya.

Setelah proses penyembelihan hewan kurban dilakukan, daging sapi maupun kambing biasanya langsung dibagikan kepada warga untuk diolah menjadi berbagai hidangan khas, mulai dari sate, gulai, tongseng, rendang, hingga semur.

Namun di balik melimpahnya daging kurban saat Idul Adha, tidak sedikit masyarakat yang masih menghadapi persoalan klasik ketika memasak.

Daging terkadang terasa alot, sulit dikunyah, bahkan mengeluarkan aroma prengus yang cukup menyengat, khususnya pada daging kambing.

Baca juga: 20 Template CapCut Idul Adha 2026, Ucapkan Hari Raya Kurban Pakai Twibbon Video dan Share ke IG!

Istilah “prengus” sendiri merujuk pada aroma khas yang muncul dari lemak dan jaringan tertentu pada daging kambing. Bau ini sering kali dianggap mengganggu selera makan apabila proses pengolahan tidak dilakukan dengan tepat.

Karena itu, teknik memasak menjadi faktor penting agar daging kurban tidak hanya lezat, tetapi juga empuk dan tetap memiliki kandungan gizi yang baik.

Sejumlah pakar gizi hingga chef profesional pun membagikan berbagai metode pengolahan daging kurban yang dinilai efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

Mulai dari penggunaan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas, pemanfaatan rempah-rempah, hingga metode perebusan 5-30-7 yang belakangan kembali populer karena dianggap hemat gas dan praktis dilakukan di rumah.

Pengolahan Daging Berpengaruh pada Kandungan Gizi

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, MSi, menjelaskan bahwa proses pengolahan daging sangat berpengaruh terhadap kandungan nutrisi di dalamnya, terutama protein.

Menurut Reisi, memasak daging dengan suhu tinggi memang dapat mengurangi sebagian kandungan protein. Meski begitu, protein yang telah dimasak justru lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein mentah.

“Memang kandungan protein pada daging matang menurun, tetapi justru menjadi lebih bermanfaat karena proteinnya telah mengalami denaturasi sehingga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein pada daging mentah,” ungkap Reisi, dikutip dari Kompas.com.

Denaturasi merupakan istilah dalam ilmu kimia yang menggambarkan perubahan struktur protein akibat panas. Proses ini membuat protein lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan manusia.

Selain protein, daging juga mengandung zat besi yang penting bagi tubuh. Reisi menyebut kandungan zat besi pada daging cenderung lebih stabil terhadap suhu panas, meskipun tetap mengalami sedikit penurunan saat dimasak.

Mengempukkan Daging dengan Daun Pepaya dan Nanas

Salah satu cara paling populer untuk membuat daging menjadi empuk adalah menggunakan bahan alami. Reisi menjelaskan bahwa daun pepaya dan buah nanas merupakan dua bahan yang efektif membantu melunakkan serat daging.

Daun pepaya diketahui mengandung enzim papain. Enzim ini bekerja memecah jaringan protein pada daging sehingga teksturnya menjadi lebih lunak.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved