Berita Nasional Terkini
Setelah Eko Patrio, Kini Uya Kuya Minta Maaf karena Joget di DPR, Tidak Bermaksud Meledek
Setelah Eko Patrio, kini Uya Kuya minta maaf karena joget di DPR, tidak bermaksud meledek.
Massa demo itu lantas meneriakkan nama sejumlah anggota DPR melalui pengeras suara, mulai dari Ahmad Sahroni, Uya Kuya, hingga Eko Patrio.
Massa demo di depan Gedung DPR mencari-cari keberadaan anggota DPR yang berjoget pada saat Sidang Tahunan MPR 2025 kemarin.
"Woi pejabat-pejabat yang joget. Mana lu Uya Kuya, Eko Patrio, Sahroni?" seru para demonstran, Jumat (29/8/2025).
Nama Eko Patrio dan Uya Kuya dicari karena terkait video viral mereka saat joget-joget di gedung parlemen saat sidang Tahunan DPR/MPR RI, 15 Agustus 2025.
Sejumlah anggota DPR dari kalangan artis terlihat jelas begitu menikmati ketika berjoget tersebut, seperti di antaranya Eko Patrio, Uya Kuya, dan lain-lain.
Video anggota DPR RI berjoget tersebut memicu kritikan keras dari warganet yang menilai perilaku itu tidak pantas, terutama di saat rakyat sedang menghadapi berbagai kesulitan.
Warganet mempertanyakan empati para wakil rakyat.
Baca juga: Aksi Demo Memanas di Mana-mana, Pengamat Ingatkan DPR Tidak Sepelekan Tuntutan Rakyat
Sedangkan Ahmad Sahroni menuai kritikan setelah pernyataannya soal "tolol".
Anggota DPR dari Partai NasDem ini melontarkan kalimat yang kian memperkeruh suasana ketika menanggapi seruan “Bubarkan DPR” di media sosial.
“Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia,” ujar Sahroni dalam kunjungan kerja di Medan, Jumat (22/8/2025).
"Kenapa? Kita ini memang orang pintar semua? Enggak. Bodoh semua kita, tetapi ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita," sambung Sahroni yang dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok ini.
Ucapan itu sontak memicu gelombang kecaman baru karena Sahroni dinilai merendahkan rakyat yang tengah meluapkan kekecewaan.
Baca juga: Imbauan Presiden Prabowo untuk Masyarakat dan Situasi Terkini Demo di Mako Brimob Kwitang
Lalu, para demonstran menagih janji bahwa pintu DPR bakal dibuka lebar-lebar buat rakyat.
Mereka pun menyebut janji Ketua DPR RI Puan Maharani hanya janji palsu.
"Puan, dibuka yok lebar-lebar pintu DPR. Mana janjinya Puan yang bilang pintu dibuka lebar-lebar? Janji palsu," ucap mereka.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.