Makan Bergizi Gratis
Ribuan Siswa Keracunan Menu MBG, Ini Penjelasan IDAI dan Temuan Mengejutkan BGN
Kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik.
TRIBUNKALTIM.CO - Kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik.
Salah satu kasus terparah terjadi di Kabupaten Bandung Barat dengan lebih dari seribu siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga dehidrasi setelah menyantap menu MBG di sekolah.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan, penyimpanan makanan di suhu ruang lebih dari 4 jam sangat berisiko memicu pertumbuhan bakteri.
Dalam banyak kasus, makanan MBG dimasak malam hari dan baru dikonsumsi siang keesokan harinya, yang membuka celah terjadinya kontaminasi.
Baca juga: Klarifikasi Kepala Sekolah dan Siswi SMK 3 Balikpapan usai Viral Video Lemas Diduga Keracunan MBG
Banyak pihak menduga keracunan MBG itu terjadi karena makanan dimasak malam, baru dimakan siang..
Batas Aman Penyimpanan Makanan
Batas waktu aman konsumsi makanan di suhu ruang ternyata jauh lebih singkat dari yang banyak dipraktikkan selama ini.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) IDAI, Dr Yogi Prawira, SpA, Subs ETIA(K), menjelaskan bahwa makanan yang dibiarkan di suhu ruangan hanya bertahan dalam waktu terbatas.
“Kalau dibiarkan di suhu ruangan, sebagian besar menyarankan itu idealnya 2 jam. Kalau pun terpaksa tidak lebih dari 4 jam. Kalau sudah lebih dari 4 jam, risiko pertumbuhan bakteri meningkat drastis dan bisa menyebabkan keracunan,” jelas Dr Yogi pada media briefing virtual, Jumat (26/9/2025).
Risiko Pertumbuhan Bakteri
Makanan yang disimpan terlalu lama di suhu ruang menjadi ladang subur bagi bakteri.
Begitu kontaminasi terjadi, anak-anak yang mengonsumsinya bisa langsung mengalami mual, muntah, hingga dehidrasi berat.
Dalam banyak kasus, makanan MBG diproses malam hari, lalu dikirim ke sekolah pagi hari, dan baru dikonsumsi siang.
Rentang waktu panjang ini membuka peluang bakteri berkembang biak, apalagi jika makanan tidak disimpan dalam refrigerator atau kulkas.
Baca juga: SMKN 3 Balikpapan Klarifikasi Isu Keracunan MBG, Kepsek Sukarni Sebut Kelelahan
Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Anak-anak memiliki sistem imun yang lebih lemah dibanding orang dewasa.
Itulah sebabnya mereka sering menjadi korban utama ketika terjadi keracunan massal.
Efek jangka pendek bisa berupa muntah dan diare, tetapi jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat berujung pada kerusakan organ bahkan kematian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250922_menu-mbg.jpg)