Makan Bergizi Gratis
Program MBG Sentuh 36,2 Juta Warga, Prabowo: Satu Kasus Keracunan pun tak Bisa Diterima
Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjadikan MBG sebagai program yang bebas dari kesalahan, bahkan menargetkan nol insiden
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo menargetkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan standar zero error demi keamanan anak-anak penerima manfaat.
- Hingga Oktober 2025, program MBG telah menjangkau 36,2 juta penerima dan membagikan lebih dari 1,4 miliar porsi makanan.
- Satu kasus keracunan makanan pun dianggap tidak dapat diterima, mendorong peningkatan pengawasan dan standar dapur MBG di seluruh Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program yang bebas dari kesalahan, bahkan menargetkan nol insiden.
Ia menyatakan bahwa meski tantangan besar, tidak boleh ada satu pun kasus keracunan yang diabaikan dalam pelaksanaannya.
Hal ini diungkap Prabowo saat menghadiri Sidang Senat Terbuka, Pengukuhan Mahasiswa Baru, Wisuda Sarjana, Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), di Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Dalam pidatonya Presiden mengatakan bahwa program tersebut harus bisa memenuhi 100 persen kebutuhan gizi dengan nol persen insiden.
"Kita mau zero error walaupun sangat sulit tapi kita harus kita sudah perintahkan semua dapur harus punya alat-alat yang terbaik untuk membersihkan," kata Presiden.
Baca juga: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Sebut Berhasil 99,99 Persen
Sekarang ini kata Prabowo program MBG sudah menjangkau sebanyak 36,2 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 1,4 miliar porsi makanan.
"Saudara-saudara yang kita tadi disampaikan 36,2 juta penerima manfaat sampai hari ini mungkin sudah lebih 1,4 miliar porsi makanan yang dibagikan," katanya.
Selain itu kata Presiden program MBG juga telah berhasil menggerakkan ekonomi. Total sudah adalah 12.205 dapur dengan masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang.
"Masing-masing dapur menimbulkan 15 supplier makanan di desa. Masing-masing suplier mempekerjakan 5-10 pekerja hingga petani. Saudara-saudara, ini prestasi yang tidak kecil, dan kita dibicarakan di dunia internasional," pungkasnya.
Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan semua dapur MBG untuk memiliki alat-alat yang terbaik.
Kemudian, membersihkan dan mencuci tangan sebelum menyajikan sebagai upaya penyempurnaan program.
"Dan juga minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan, cuci tangan yang benar. Kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah, kalau virus dan bakteri bisa dari mana saja."
"Ini saya highlight karena ini sangat penting. Kita ini dianggap penjuru, dianggap contoh. Selain Brasil (dan) India, Indonesia dianggap berani. Dan kita sekarang salah satu yang paling cepat mencapai 36 juta penerima manfaat dalam waktu satu tahun," ujarnya.
Baca juga: Klaim Prabowo Setelah Setahun Jadi Presiden, Sudah Jalankan Janji Kampanye
Satu Kasus Keracunan Tak Dapat Diterima
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa satu kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG tidak dapat diterima dan harus menjadi pelajaran untuk memperkuat pengawasan.