Sabtu, 11 April 2026

Gempa Bumi

Perbedaan Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik, Pengertian Gunung Meletus

Ketahui perbedaan gempa vulkanik dan gempa tektonik, pengertian gunung meletus, serta alasan Indonesia rawan gempa bumi.

Editor: Doan Pardede
Chat GPT
PENGERTIAN GUNUNG MELETUS - Cek apa bedanya gempa vulkanik dan gempa tektonik, mengapa indonesia termasuk negara yang rawan terjadi gempa bumi, hingga pengertian gunung meletus 

Ringkasan Berita:Gempa tektonik terjadi akibat pergeseran lempeng bumi dan umumnya memiliki kekuatan besar serta berdampak luas, termasuk berpotensi memicu tsunami.
Sementara itu, gempa vulkanik dipicu oleh aktivitas magma di dalam gunung api dan biasanya bersifat lokal serta menjadi tanda awal kemungkinan erupsi.
Indonesia termasuk negara rawan gempa bumi karena berada di pertemuan beberapa lempeng aktif dan jalur Cincin Api Pasifik yang juga memiliki banyak gunung api aktif.

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang paling rawan bencana gempa bumi dan letusan gunung api di dunia. 

Kondisi ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif serta memiliki ratusan gunung api aktif.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa bedanya gempa vulkanik dan gempa tektonik, serta bagaimana kaitannya dengan gunung meletus.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Link Info Gempa Terkini di Indonesia Resmi BMKG dan Arti Skala MMI, Informasi Keselamatan Gempa Bumi

Apa Bedanya Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik?

Gempa bumi secara umum terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan penyebabnya, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.

1. Gempa Tektonik

Gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan atau tumbukan lempeng tektonik di dalam kerak bumi.

Ciri utama gempa tektonik:

  1. Terjadi akibat pergeseran, patahan, atau tumbukan lempeng bumi
  2. Dapat terjadi di darat maupun di laut
  3. Kekuatan gempa bisa sangat besar dan berdampak luas
  4. Berpotensi memicu tsunami jika pusat gempa berada di bawah laut

Gempa tektonik merupakan jenis gempa yang paling sering terjadi di Indonesia, mengingat wilayah ini berada di pertemuan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

2. Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas magma di dalam gunung api.

Ciri utama gempa vulkanik:

  1. Terjadi di sekitar gunung berapi aktif
  2. Umumnya berkaitan dengan peningkatan aktivitas gunung api
  3. Skalanya lebih kecil dan bersifat lokal
  4. Sering menjadi tanda awal gunung akan meletus

Gempa vulkanik biasanya tercatat sebelum atau saat terjadinya erupsi gunung berapi.

Perbedaan Utama Gempa Vulkanik dan Tektonik

Perbedaan utama antara gempa tektonik dan gempa vulkanik terletak pada penyebab terjadinya.

Gempa tektonik terjadi akibat pergerakan atau tumbukan lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik dipicu oleh aktivitas magma di dalam gunung api.

Dari sisi wilayah terdampak, gempa tektonik dapat dirasakan di area yang sangat luas, bahkan lintas wilayah dan negara, sementara gempa vulkanik umumnya hanya terasa di sekitar gunung api yang sedang aktif.

Dalam hal kekuatan, gempa tektonik berpotensi memiliki magnitudo sangat besar, sedangkan gempa vulkanik biasanya berkekuatan kecil hingga menengah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved