Rabu, 20 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Pengamat Sebut 10 Menteri Layak Diganti

Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat seiring beredarnya rumor perombakan menteri pada Februari 2026.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews/Endrapta Pramudhiaz
RESHUFFLE KABINET - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat seiring beredarnya rumor perombakan menteri yang disebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Isu reshuffle Kabinet Merah Putih menguat, Presiden Prabowo Subianto dirumorkan akan merombak menteri pada Februari 2026 di tengah sorotan publik soal kinerja kabinet.
  • Pengamat menilai reshuffle jadi keniscayaan, merujuk survei CELIOS yang menempatkan 10 menteri dan kepala badan berkinerja terburuk, dengan Bahlil Lahadalia mencatat nilai minus tertinggi.
  • Reshuffle dinilai harus berbasis kinerja, integritas, dan kompetensi, bukan kedekatan politik

 

TRIBUNKALTIM.CO - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat seiring beredarnya rumor perombakan menteri yang disebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026.

Wacana ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum optimal.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai reshuffle kabinet sudah menjadi keniscayaan jika Presiden Prabowo mengacu pada evaluasi kinerja berbasis penilaian masyarakat.

Ia menyebut, harapan publik terhadap perbaikan kinerja kabinet semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir.

"Ada rumor Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle pada Februari 2026. 

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Dinilai Gelap Gulita, Pengamat Singgung Dinamika Politik

Rumor itu diharapkan memang jadi kenyataan. Sebab, secara objektif beberapa menteri memang dinilai masyarakat kinerjanya rendah," kata Jamiluddin saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Ia menyebut penilaian publik itu tercermin dalam sejumlah hasil survei, termasuk rilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang pernah memuat delapan nama menteri dan dua kepala badan yang dinilai memiliki kinerja terburuk dan layak di-reshuffle.

Delapan menteri dan dua kepala badan tersebut adalah:

  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
  • Kepala BGN Dadan Hindayana
  • Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon 
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
  • Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan
  • Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmoko
  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
  • Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid.

Baca juga: Kinerja Menteri Setahun Prabowo-Gibran versi CELIOS, Bahlil Terburuk dan Harus Di-reshuffle

"Ke-10 nama itu oleh CELIOS dinilai minus, dengan minus tertinggi diperoleh Bahlil (-151). Dari 10 nama ini, sebagian memang kerap disuarakan pengamat dan masyarakat untuk di-reshuffle. Karena itu, 10 nama itu kiranya memang layak dipertimbangkan untuk di-reshuffle," ujarnya.

Jamiluddin menegaskan, reshuffle idealnya dilakukan berdasarkan kinerja, integritas, dan kompetensi, bukan karena faktor kedekatan politik maupun pembagian kekuasaan.

"Presiden Prabowo dalam melakukan reshuffle idealnya mengacu pada kinerja, integritas, dan kompetensi, bukan karena faktor kedekatan atau hanya untuk pembagian kekuasaan," tegasnya.

Menurut dia, jika itu menjadi acuan, Prabowo tidak perlu ragu mengganti menteri yang juga menjabat ketua umum partai, termasuk Bahlil Lahadalia dan Zulkifli Hasan.

"Prabowo tak takut mereshuffle menteri yang juga ketua umum partai, seperti Bahlil dan Zulhas. Prabowo juga harus legowo mereshuffle menteri yang satu partai dengannya, seperti Fadli Zon dan Budiman Sudjatmiko," katanya.

Ia menilai reshuffle yang berbasis evaluasi objektif akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja kabinet.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved