Senin, 25 Mei 2026

Gempa Bumi

Gempa Pacitan Ingatkan Ancaman Megathrust, BMKG Minta Masyarakat Tenang Tapi Tetap Waspada

Gempa Pacitan 6 Februari 2026 tergolong megathrust. BMKG ungkap mekanisme sumber dan jejak tsunami 1840–1859 di selatan Jawa

Tayang:
Editor: Doan Pardede
Surya.co.id/Samsul Hadi
GEMPA PACITAN 2026 - Kondisi rumah roboh di Jl Mastrip, Kota Blitar dampak peristiwa gempa magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). Update gempa Pacitan M6.4 hari ini, Jumat (6/2/2026), rumah warga rusak hingga 7 orang di Yogyakarta dilaporkan luka-luka. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa Pacitan yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari dikategorikan sebagai gempa megathrust dengan mekanisme pergerakan naik di zona subduksi selatan Jawa. 
  • BMKG menegaskan gempa tersebut tidak memicu tsunami karena magnitudonya tidak mencapai ambang berbahaya.
  • Meski demikian, Pacitan memiliki catatan sejarah tsunami pada 1840 dan 1859 sehingga masyarakat diimbau tetap waspada.

TRIBUNKALTIM.CO - Gempa yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, dan sekitarnya pada Jumat (6/2/2026) dini hari menjadi perhatian luas karena karakteristik sumber gempanya yang tergolong gempa megathrust.

Selain memicu getaran yang dirasakan cukup luas, peristiwa ini kembali mengingatkan pada sejarah tsunami yang pernah melanda pesisir selatan Pulau Jawa.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa Pacitan tersebut memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan naik (thrust fault) yang identik dengan aktivitas megathrust di selatan Pulau Jawa.

“Gempa Pacitan tadi pagi merupakan jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal. Patut disyukuri gempa ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami,” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat, seperti dilansir Kompas.com.

Baca juga: Update Gempa Pacitan, Hari Ini Masih Terjadi 24 Kali Gempa Bumi Susulan, Terbesar Magnitudo 4.2

Jejak Tsunami di Pacitan

Pacitan termasuk wilayah yang memiliki catatan sejarah tsunami di masa lalu.

Salah satu peristiwa penting adalah tsunami 4 Januari 1840, yang terjadi setelah gempa besar di kawasan selatan Jawa.

Peristiwa tersebut tercatat sebagai tsunami yang melanda pesisir selatan Pacitan setelah gempa kuat yang dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gelombang pasang dilaporkan menyapu pantai selatan sesaat setelah guncangan utama.

“Ini terjadi setelah gempa besar yang dirasakan jauh hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemudian diikuti gelombang pasang atau tsunami di Pantai selatan Pacitan,” imbuh Daryono.

Selain itu, tsunami Pacitan pada 20 Oktober 1859 juga termasuk kejadian historis yang terdokumentasi dalam katalog tsunami dan arsip kolonial.

Meski catatan detailnya tidak selengkap data modern, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi tsunami, bahkan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Faktor Kerentanan Wilayah Pacitan

Secara geologis, wilayah Pacitan kerap muncul dalam catatan tsunami historis karena sejumlah faktor.

Daerah ini berhadapan langsung dengan zona megathrust Jawa yang aktif dan menjadi sumber gempa besar.

Selain itu, bentuk teluk dan garis pantai yang sempit di pesisir selatan Pacitan dinilai dapat memperkuat atau mengamplifikasi gelombang tsunami ketika terjadi gempa besar.

Struktur lempeng di bawah wilayah tersebut juga diduga memiliki segmen slab yang relatif landai sehingga kopling subduksi tergolong kuat.

Baca juga: Update Gempa Pacitan M6.4 Hari Ini, Rumah Warga Rusak hingga 7 Orang di Yogyakarta Luka-luka

BMKG: Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved