Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Natalius Pigai Tanggapi Surat BEM UGM ke UNICEF, Kritik MBG Disebut Tidak Bermoral

Sikap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program MBG sampai kirim surat ke UNICEF menuai komentar dari Menteri HAM Natalius Pigai.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
KASUS KETUA BEM UGM - Menteri HAM RI Natalius Pigai saat ditemui awak media di Graha Pengayoman, Kementerian HAM RI, Jakarta, Selasa (31/12/2024). Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengirim surat kepada UNICEF yang menyoroti dugaan kegagalan negara melindungi hak anak. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri HAM Natalius Pigai menyebut kritik Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Pemilu 2029 sebagai sikap “jahat” dan tidak bermoral.
  • Surat BEM UGM ke UNICEF menyoroti dugaan kegagalan negara melindungi hak anak, menyusul tragedi siswa SD di NTT.
  • Pigai menegaskan program MBG pemerintahan Prabowo Subianto justru sejalan dengan misi PBB dan UNICEF.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengirim surat kepada UNICEF yang menyoroti dugaan kegagalan negara melindungi hak anak.

Surat tersebut menyinggung kasus meninggalnya siswa SD berusia 10 tahun di Ngada, NTT, yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000, dan viral di media sosial.

Surat yang ditujukan kepada Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, itu juga mengkritik prioritas anggaran pemerintah, termasuk alokasi besar untuk program MBG 2026 yang disebut mencapai Rp335 triliun.

Dalam narasinya, BEM UGM menilai terdapat ironi ketika anggaran pendidikan disebut terdampak, sementara kasus anak putus asa karena keterbatasan ekonomi masih terjadi.

Baca juga: Inilah Sosok Peneror Ketua BEM UGM dan Tujuannya Menurut Rocky Gerung: Memanfaatkan Situasi Politik

Surat ini diunggah di akun pribadi Tiyo di media sosial Instagram, Jumat (6/2/2026) dan viral di dunia maya.

Masih dalam surat yang tertanggal 5 Februari 2026 tersebut, termuat kritik keras terhadap prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut isi surat itu, insiden tewasnya siswa berinisial YBR itu adalah bukti nyata kegagalan negara dalam melindungi hak anak atas pendidikan dan kebutuhan dasar.

Ada ironi yang tersirat dalam surat berbahasa Inggris dan ditujukan kepada Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell ini.

Satu sisi, ada anak SD kehilangan nyawa karena ketiadaan biaya untuk membeli buku dan pena, tetapi di sisi lain pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto justru menggelontorkan dana besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditengarai juga mengambil porsi besar dari anggaran pendidikan.

Adapun anggaran MBG 2026 dirancang mencapai Rp335 triliun untuk tahun 2026 saja.

Dari angka tersebut, sebanyak Rp223 triliun diambilkan dari anggaran pendidikan di Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang totalnya Rp769,1 triliun.

Baca juga: ILUNI FKUI dan Kagamadok UGM Dukung dr Piprim, Kemenkes Jangan Jadi Bapak yang Bengis

Yang Mengkritik MBG Orang Jahat

Sikap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program MBG sampai mengirimkan surat ke UNICEF menuai komentar dari Menteri HAM RI Natalius Pigai.

Menurut Pigai, orang yang menilai MBG dan program-program Prabowo lainnya dimanfaatkan untuk mendongkrak suara di Pemilihan Umum atau Pemilu 2029 adalah orang yang justru tidak memihak kepada rakyat kecil.

Politisi kelahiran Paniai, Irian Jaya pada 25 Desember 1975 itu juga menegaskan, orang yang mengaitkan MBG dan program lain dengan Pemilu 2029 adalah orang yang jahat dan tidak beretika.

"Apalagi, makan bergizi gratis dikaitkan dengan pemilu 2029 supaya orang yang terima supaya pilih presiden, orang yang cek kesehatan gratis supaya untuk kepentingan Pemilu, Koperasi Merah Putih untuk orang kecil dikaitkan dengan pemilu, semua," kata Pigai, saat berbicara di hadapan wartawan di Kantor Kementerian HAM RI, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

"Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil."

"Itu orang jahat, orang yang tidak punya nurani, orang yang tidak punya hati di mata orang miskin, orang yang menderita, orang yang lapar, orang yang kesehatannya susah diperiksa. Jahat, menurut saya. Tidak beretika, tidak bermoral," papar Pigai.

Baca juga: Teror Ketua BEM UGM Picu Kekhawatiran Demokrasi, Polisi Diminta Bergerak

Surat BEM UGM kepada UNICEF memang menyiratkan bahwa MBG dijadikan sebagai kebijakan populis elektoral yang dirancang untuk membangun citra positif pemerintahan saat ini menuju Pemilu 2029. 

Berikut petikan surat yang menyinggung hal tersebut:

Thus, this calamity of state failure shouldn’t cause families from poor countryside to internalize structural injustice as self-blame, while our inhumane President exploits poverty as electoral leverage for the 2029 general election.

Terjemahan:

Oleh karena itu, musibah kegagalan negara ini seharusnya tidak menyebabkan keluarga-keluarga dari pedesaan miskin menginternalisasi ketidakadilan struktural sebagai rasa menyalahkan diri sendiri, sementara Presiden kita yang tidak manusiawi mengeksploitasi kemiskinan sebagai alat tawar-menawar elektoral untuk pemilihan umum 2029.

Natalius Pigai: MBG Sejalan dengan Harapan PBB dan UNICEF

Selain itu, Pigai mengklaim bahwa MBG justru sejalan dengan misi UNICEF.

Sehingga, menurutnya, tidak mungkin UNICEF maupun PBB menghentikan program tersebut.

"Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil," ujar Pigai.

"Kesehatan bagi anak-anak kecil, makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil, sesuai dengan apresiasi, permintaan dan harapan dari UNICEF ya."

"Oleh karena itu, tidak bisa meminta UNICEF menghentikan programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Anda meminta UNICEF menghentikan, tidak mungkin."

"Karena itu sejalan dengan keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa."( *)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto Kritik MBG dan Surati UNICEF, Menteri HAM Natalius Pigai: Orang Jahat!

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved