Berita Nasional Terkini
Natalius Pigai Tanggapi Surat BEM UGM ke UNICEF, Kritik MBG Disebut Tidak Bermoral
Sikap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program MBG sampai kirim surat ke UNICEF menuai komentar dari Menteri HAM Natalius Pigai.
Ringkasan Berita:
- Menteri HAM Natalius Pigai menyebut kritik Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Pemilu 2029 sebagai sikap “jahat” dan tidak bermoral.
- Surat BEM UGM ke UNICEF menyoroti dugaan kegagalan negara melindungi hak anak, menyusul tragedi siswa SD di NTT.
- Pigai menegaskan program MBG pemerintahan Prabowo Subianto justru sejalan dengan misi PBB dan UNICEF.
TRIBUNKALTIM.CO - Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengirim surat kepada UNICEF yang menyoroti dugaan kegagalan negara melindungi hak anak.
Surat tersebut menyinggung kasus meninggalnya siswa SD berusia 10 tahun di Ngada, NTT, yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000, dan viral di media sosial.
Surat yang ditujukan kepada Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, itu juga mengkritik prioritas anggaran pemerintah, termasuk alokasi besar untuk program MBG 2026 yang disebut mencapai Rp335 triliun.
Dalam narasinya, BEM UGM menilai terdapat ironi ketika anggaran pendidikan disebut terdampak, sementara kasus anak putus asa karena keterbatasan ekonomi masih terjadi.
Baca juga: Inilah Sosok Peneror Ketua BEM UGM dan Tujuannya Menurut Rocky Gerung: Memanfaatkan Situasi Politik
Surat ini diunggah di akun pribadi Tiyo di media sosial Instagram, Jumat (6/2/2026) dan viral di dunia maya.
Masih dalam surat yang tertanggal 5 Februari 2026 tersebut, termuat kritik keras terhadap prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut isi surat itu, insiden tewasnya siswa berinisial YBR itu adalah bukti nyata kegagalan negara dalam melindungi hak anak atas pendidikan dan kebutuhan dasar.
Ada ironi yang tersirat dalam surat berbahasa Inggris dan ditujukan kepada Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell ini.
Satu sisi, ada anak SD kehilangan nyawa karena ketiadaan biaya untuk membeli buku dan pena, tetapi di sisi lain pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto justru menggelontorkan dana besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditengarai juga mengambil porsi besar dari anggaran pendidikan.
Adapun anggaran MBG 2026 dirancang mencapai Rp335 triliun untuk tahun 2026 saja.
Dari angka tersebut, sebanyak Rp223 triliun diambilkan dari anggaran pendidikan di Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang totalnya Rp769,1 triliun.
Baca juga: ILUNI FKUI dan Kagamadok UGM Dukung dr Piprim, Kemenkes Jangan Jadi Bapak yang Bengis
Yang Mengkritik MBG Orang Jahat
Sikap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program MBG sampai mengirimkan surat ke UNICEF menuai komentar dari Menteri HAM RI Natalius Pigai.
Menurut Pigai, orang yang menilai MBG dan program-program Prabowo lainnya dimanfaatkan untuk mendongkrak suara di Pemilihan Umum atau Pemilu 2029 adalah orang yang justru tidak memihak kepada rakyat kecil.
Politisi kelahiran Paniai, Irian Jaya pada 25 Desember 1975 itu juga menegaskan, orang yang mengaitkan MBG dan program lain dengan Pemilu 2029 adalah orang yang jahat dan tidak beretika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250917_Natalius-Pigai-Viral.jpg)