Berita Internasional Terkini
Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Harga Emas Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah memicu guncangan hebat di pasar komoditas global.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah memicu guncangan hebat di pasar komoditas global.
Harga emas dunia dilaporkan melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Ketegangan ini memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Selain faktor perang, penguatan harga emas juga didorong oleh kegagalan diplomasi antara delegasi AS dan Iran di Geneva, Swiss, terkait isu reaktor nuklir dan pengembangan misil.
Baca juga: Timur Tengah Membara, Misteri Nasib Ayatollah Khamenei dan Ancaman Balas Dendam Iran
Pada perdagangan Sabtu (28/2/2026), harga emas di pasar spot bergerak dari level 5.182 dollar AS dan melonjak 1,80 persen ke posisi 5.278–5.280 dollar AS per troy ons.
Ini merupakan level tertinggi dalam sepekan terakhir, dengan total kenaikan mingguan mencapai 3,12 persen.
Kondisi geopolitik yang kian kompleks, termasuk konflik di Afghanistan dan Pakistan serta potensi keterlibatan kekuatan besar seperti China dan Rusia, membuat investor berbondong-bondong mengalihkan aset mereka ke emas sebagai instrumen safe haven (lindung nilai).
Harga Emas Antam Ikut Terkerek
Dampak kenaikan global ini langsung terasa di pasar domestik.
Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia per Sabtu (28/2/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram kini dibanderol Rp3.085.000.
Angka ini meningkat Rp40.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp3.045.000 per gram.
Potensi Menuju Rp3,4 Juta
Pengamat ekonomi dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai ketidakpastian geopolitik saat ini adalah katalis utama penguatan emas.
Meski ada potensi koreksi tipis, peluang penguatan jauh lebih besar.
"Ini bisa menjadi babak baru konflik di Timur Tengah pada Maret 2026. Dampaknya jelas, harga emas naik, logam mulia naik, dan rupiah berisiko melemah," ujar Ibrahim.
Baca juga: Indonesia Sesalkan AS dan Israel Serang Iran, Prabowo Siap ke Teheran Jadi Mediator Jika Dibutuhkan
Ia memprediksi dalam sepekan ke depan, harga emas dunia bisa menyentuh level 5.500 dollar AS per troy ons.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260202_harga-emas-dunia-terkoreksi_harga-perak_emas-batangan.jpg)