Berita Nasional Terkini
Menkeu Purbaya Beri Kode Harga BBM Subsidi Bakal Segera Naik, Efek Perang AS-Israel vs Iran
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi berpotensi naik seiring dengan lonjakan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
TRIBUNKALTIM.CO - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi berpotensi naik seiring dengan lonjakan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Bahkan, pemerintah telah mengirimkan sinyal bakal segera melakukan penyesuaian harga terhadap BBM subsidi.
Kenaikan harga energi global dinilai berpotensi memperlebar defisit fiskal apabila tidak diimbangi langkah penyesuaian kebijakan.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Meningkat, Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan BBM Subsidi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia.
Dalam perhitungan tersebut, jika harga minyak rata-rata mencapai sekitar 92 dollar AS per barel, defisit anggaran berpotensi meningkat signifikan.
“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam Buka Bersama wartawan di Kementerian Keuangan pada Jumat (6/3/2026), dilansir dari Kompas.com.
Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah opsi untuk menahan pelebaran defisit agar tetap berada di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Baca juga: Harga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Israel vs Iran, Perhitungan Purbaya: Kita Masih Bisa Survive
Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penyesuaian belanja negara.
Namun, jika tekanan terhadap APBN semakin besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi.
“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang,” kata Purbaya.
Selain opsi penyesuaian harga BBM, pemerintah juga menyiapkan langkah realokasi belanja negara.
Baca juga: Divonis 9 Tahun Penjara, Riva Siahaan Menahan Tangis di Awal Sidang Korupsi Minyak Mentah
Program yang dinilai tidak mendesak berpotensi ditunda atau digeser ke tahun berikutnya guna menjaga kesehatan fiskal.
Purbaya menegaskan pemerintah akan memprioritaskan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara pengeluaran yang tidak terlalu mendukung kebutuhan utama dapat ditunda, seperti pengadaan barang atau proyek tertentu.
Lonjakan harga minyak global sendiri dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Salah satunya akibat penghentian operasional kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco setelah serangan drone di tengah eskalasi konflik Israel–Iran. (*)
| Alami Kecelakaan, Seorang ABK Tewas dan 3 Pekerja Masih Terjebak di Manhole Kapal di Barito Kuala |
|
|---|
| Kesaksian Dandenma BAIS TNI, Komandan 4 Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus |
|
|---|
| 2 Fakta Baru Terungkap di Sidang Kasus Pemerasan K3 Kemnaker, Terdakwa Seret Nama Eks Menaker |
|
|---|
| Siapkan Konversi LPG 3 Kg ke CNG, Bahlil: Harga Ditargetkan Lebih Murah |
|
|---|
| Mahfud MD Ungkap Alasan Tim Percepatan Reformasi Polri Tidak Usulkan Polri di Bawah Kementerian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ketua-Dewan-Komisioner-Lembaga-Penjamin-Simpanan-LPS-Purbaya-Yudhi-Sadewa.jpg)