Senin, 20 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Amerika Akui Salah Target Serang SD Putri di Iran, Lantaran Data Usang Intelijen dan AI

Akhirnya Amerika akui serang SD putri di Iran. AS menyebut salah target karena gunakan data intelijen lama dan AI.

Editor: Amalia Husnul A

Ringkasan Berita:
  • Amerika akui serang SD Putri di Iran di hari pertama serangan gabungan AS-Israel ke Iran
  • Investigasi awal militer AS menyimpulkan serangan ke SD Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran terjadi karena penggunaan data intelijen usang
  • Selain itu, Amerika juga menggunakan AI dalam proses intelijen
  • Marko Milanovic Profesor hukum mengatakan tanggung jawab hukum tetap pada individu yang gunakan AI
  • Senator-senator AS mengkritik serangan terhadap sekolah di Iran

 

TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya, Amerika Serikat mengakui salah menargetkan Sekolah Dasar (SD) Putri di Iran dalam serangan rudal pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 170 orang dengan mayoritas anak-anak.

Berdasarkan investigasi awal militer AS menyimpulkan, serangan ke SD Putri di Iran tersebut terjadi akibat kesalahan penargetan yang berasal dari data intelijen usang. 

Sekolah yang menjadi korban serangan adalah SD Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran selatan, pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran

Data intel lama diduga jadi penyebab Amerika salah target serang SD Putri di Kota Minab, Iran. 

Baca juga: Perang AS-Israel dan Iran, Daftar Negara yang Lakukan Penghematan, Malaysia tak Ada Open House

Laporan media-media AS yang dirangkum The Guardian menyebutkan perencana militer menggunakan koordinat target yang berasal dari data lama milik Defense Intelligence Agency.

Bangunan sekolah tersebut sebelumnya pernah menjadi bagian dari kompleks militer Iran.

Namun, citra satelit menunjukkan bangunan itu telah dipisahkan dari fasilitas militer sejak bertahun-tahun sebelumnya, dan digunakan sebagai sekolah dengan lapangan bermain serta mural berwarna di dindingnya.

Kesalahan tersebut menyebabkan rudal Tomahawk menghantam gedung sekolah yang sedang digunakan oleh ratusan siswa.

Serangan itu menjadi salah satu insiden dengan korban sipil terbesar dalam perang yang sedang berlangsung antara Iran dan AS-Israel.

AI digunakan dalam proses intelijen

Dikutip dari South China Morning Post pada Jumat (13/3/2026), dalam persiapan operasi militer terhadap Iran, militer AS menggunakan Maven Smart System milik Palantir.

Platform tersebut memanfaatkan model artificial intelligence (Akal Imitasi/AI), termasuk Claude milik perusahaan Anthropic, untuk menganalisis data intelijen dalam jumlah besar.

Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan, model AI hanya digunakan untuk memproses dan menyaring data intelijen.

Model AI membantu mengidentifikasi pola dan merangkum data dalam skala besar dengan lebih cepat dibandingkan analis manusia.

Namun, keputusan akhir dalam menentukan target tetap berada pada manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved